Tuesday, July 24, 2007

To Know HIM is To Love HIM...





HE is a King, who possesses all dominion, for whom alone is all praise.

HE has ascended above His throne and not a single secret in the regions of His dominion escapes Him.

HE is aware of what is in the souls of His slaves, fully cognizant of their hidden and public deeds.

HE hears and sees, gives and withholds, rewards and punishes, and honours and abases.

HE creates and sustains, and gives life and causes death.

HE decrees, executes and disposes.





HE invites His servants and directs them towards what constitutes their happiness and success.

HE entices them towards this, and warns them of what will cause their ruin.

HE introduces Himself to them by His names and attributes.

HE woos them with His favors and blessings and reminds them of His favors upon them.

HE commands them with what entitles them to the completion of such favors and blessings and warns them of His vengeance.

HE reminds them of the honour He has prepared for them if they obey Him, and of the punishment He has prepared for them if they disobey Him.

HE informs them of how He handles His awliyaa’ (i.e. one who offers or is offered walaa’. Walaa’ is also defined as amity, allegiance or loyalty. Walaa’ combines three principal matters: to assist, love and be in agreement. Allah describes two main features of His walee in the Quran as one who has eemaan and taqwaa) and His enemies, and the outcome of both.

HE praises His awliyaa’ for the righteous actions and fine qualities.

HE censures His enemies for their bad deeds and distasteful characteristics.

HE puts forward parables and provides numerous types of proofs and truths.

HE replies to the misconceptions of His enemies with the finest of answers.

HE gives credit to the truthful and denies the liar.

HE speaks the truth and guides towards the path.





HE invites to the abode of peace (i.e. Paradise).

HE mentions its description, its beauty and its bliss.

HE warns against the abode of destruction (i.e. the Hellfire).

HE mentions its torment, its ugliness and its pains.

HE reminds His slaves of their necessity towards Him, their dire need of Him, and that they can never be independent of Him even for the blink of an eyelid.

HE informs them that He can dispense of them and of all creation, and that He Himself is the Rich and is not dependent on anything, whereas everything besides Him is inherently in need of Him.

HE makes known to them, that no one attains an atom’s worth or more of good except by His Favor and Mercy, and that no one attains an atom’s worth or more of bad except by His Justice and Wisdom.

One witnesses from His speech, His reproach of His beloved in the most gracious of ways and despite that, He dismisses their mistakes and forgive their slips.

HE accredits their excuses, rectifies their corruption, defends and protects them.

HE is their victor, their guardian over their welfare and the one who delivers them from all difficulties.

HE is the One who will keep His promise to them, He is their only patron and protector.

HE is their true patron and protector and their victor over their enemies.

How fine a patron and victor He is!




Note: Those pictures are courtesy of MFMA....Jazakumullahu khayran katsiran

Wednesday, July 18, 2007

Seteguh karang di lautan…

“Jadilah seteguh karang di lautan dasar…yang tak terusik walaupun dilanda badai maha hebat…”

[Begitulah lirik lagu Lukisan Alam yang dipopularkan oleh Hijjaz yang cukup bermakna dalam kehidupan ana (notice: Ana ubah ikut selera)…dengan menghayati lirik-lirik lagu..dari satu baris ke baris seterusnya….ternyata ada kisah yang tersembunyi…ada mutiara hikmah yang menunggu untuk dikutip oleh mereka yang berusaha untuk mendapatkannya…mungkin tanggapan ana pada lirik tadi kurang tepat atau salah sama-sekali..tapi tiada salahnya mencuba untuk menghubungkaitkannya dengan realiti kehidupan…Allahu a’laam..sekadar pandangan serba dhaif dari diri ana yang tidak sempurna….Silakan terima atau tolak ke tepi...there’s no harm on me, inshaAllah…by the will of Allah]
****************************************************************************


Quotes of the day:-
"Life is not always like a bed of roses"
"Life is all about struggles"
"Life is not but a test"

"Life of dunya is the farm of the hereafter"


Rasanya semua orang pernah dengar kata-kata bijak ini...in a nutshell, hidup ini tidak menjanjikan sesuatu yang mudah...pasti ada sedikit halangan dan cabaran yang harus ditempuhi...semuanya memerlukan kesabaran dan kekuatan dari semua sudut, baik mental, fizikal dan spiritual...I guess, no doubt in this...Allahu a'laam..


Justeru, apabila satu saat terasa begitu banyak ujian yang menimpa diri, pasti ada satu detik yang ianya sesuatu yang tidak dapat ditampung lagi...somewhat unbearable...lalu mulalah berkonflik dengan diri sendiri...di manakah salahnya diri sehingga diberikan ujian maha berat ini? Dalam menanggapi situasi ini, timbul persoalan...apakah bezanya antara MENGADU segala permasalahan dan MENGELUH atas apa yang telah terjadi....bilakah seseorang itu dikatakan sedang mengadu permasalahannya dan apakah yang membuktikan seseorang itu sedang mengeluh atas musibah yang menimpa?


Seorang saudara seaqidah sempat berkongsi pandangan beliau sewaktu ana post topic baru di forum dalam satu laman web ni..Menurut beliau,


“…halangan, cabaran, ujian. semuanya sesuatu yang dijanjikan Allah. rujuk AQ al-Ankabut: ayat 2-3 yang berbunyi:
"Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: 'Kami beriman', sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? dan Demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang Yang berdusta."

Dilanjutkan lagi: “malah, tidak diciptakan hidup dan mati. kecuali untuk menguji di antara kita siapa yang ahsanu 'amala (terbaik 'amalannya) rujuk AQ al-Mulk: ayat 2

"Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang Yang bertaubat)"

Kata beliau lagi, “kekuatan yang paling asas sekali adalah kekuatan aqidah. Akar yang baik akan menghasilkan rimbunan dahan yang indah dan tinggi melangit . rujuk AQ Ibrahim: ayat 24
"tidakkah engkau melihat (wahai Muhammad) bagaimana Allah mengemukakan satu perbandingan, iaitu: kalimah yang baik adalah sebagai sebatang pohon yang baik, yang pangkalnya (akar tunjangnya) tetap teguh, dan cabang pucuknya menjulang ke langit.

Demikian perbandingan yang Allah buat tentang hebatnya hakikat kalimah La ilaha illAllah. Dari situ kekuatan itu datang. Sejarah keluarga Sumayyah ra menjadi bukti. Dan ramai sahabat-sahabat radhiyallahu 'anhum ajma'in yang lain.

Merujuk kepada statement ana di atas, beliau menambah dengan menyatakan:
“Well, it's true. You can never doubt all of that while knowing it came from the His words inside Holy Quran..ujian datang tanpa perlu kita ketahui di mana sebabnya. Pastinya kita tak pernah mengandaikan dunia ini satu taman permainan yang penuh dengan kebahagiaan dan ketenangan. hakikatnya, Allah menjanjikan untuk tidak menimpakan sesuatu yang tak tertanggung oleh manusia. rujuk AQ al-Baqarah: ayat 286.

"Allah tidak memberati seseorang melainkan apa Yang terdaya olehnya. ia mendapat pahala kebaikan Yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan Yang diusahakannya.."

Kita semua maklum akan bukti ini. Tinggal kita sendiri meletakkannya sebagai bekalan buat hati dan jiwa. Agar tetap tertanam dan melahirkan buah taqwa yang hasilnya kelak akan dituai di akhirat.Keluhan tanda kita putus pengharapan. Tanda kekecewaan. Sedangkan Allah menyuruh kita agar sentiasa berpegang pada rahmatNya. Tidak pernah berputus asa dan bersedih. rujuk AQ ali-'Imran: ayat 139

"dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya) jika kamu orang beriman"

Mengadulah. Dengan meminta. Agar dipermudahkan. Agar diteguhkan iman di hati. Agar diberi petunjuk atas jalanNya yang lurus.. BerDOAlah. rujuk AQ al-Mu'min: ayat 60.

"dan Tuhan kamu berfirman: 'Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu.'"

Sekian banyak janji dari Allah, hatta setiap Doa akan diperkenankan. Mohon pertolonganNya. Ditambah dengan kesabaran dan solat. rujuk AQ al-Baqarah: ayat 45"dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya ia amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"

Subhanallah, dalil-dalil yang diberikan cukup kuat dan kukuh…I have no say, except to accept them all without any objections!

Suka ana membawa sahabat-sahabat sekelian pada satu kisah yang pernah terjadi atas diri Uswatun Hasanah kita semua, iaitu Junjungan Mulia, Nabi Muhammad SAW…Kisah yang ana maksudkan adalah “Hijrah Rasulullah SAW ke bumi Tha’if” setelah merasakan hampir semua pintu dakwah telah tertutup di bumi Mekah…..Terlupakah kita pada titisan darah yang mengalir pada tubuh seorang insan mulia di Tha’if?

Ana tak berniat nak memanjangkan entry yang sudah a bit lengthy ni dengan perincian kisah di Tha’if…Cuma, subhanallah..Allah mentakdirkan ana membelek Kitab Sirah Nabawiyah yang ana bawa dari tanahair tentang ‘ibroh (pengajaran) yang bisa diambil dari kejadian bersejarah ini….ada hikmah ilahiyahnya ianya termasuk dalam sorotan hidup Baginda…Allahu a’laam

Kenapa ana tuliskan tajuk entry ini sebagai “Seteguh karang di lautan”? Kerana kisah di Tha’if yang ana petik dari sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW ini amat bertepatan dalam mengajak kita untuk bersabar dengan sepenuh hati….mashaAllah, lihatlah hikmah ilahiyah Allah mentakdirkan ianya berlaku…pengalaman perit Rasulullah SAW di Tha’if merupakan satu bukti perutusan Baginda sebagai penyampai risalah Allah di bumi kepada kaum Muslimin yang menunjukkan kepentingan bersabar…dan cara pelaksanaan sabar dan mushabarah (melipatgandakan kesabaran) yang diperintahkan Allah adalah seperti dalam firmanNya yang berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga, dan bertawakkallah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” [QS3:200]

MashaAllah, kalau nak dikongsikan pengajaran yang boleh ditimba dari hanya kisah di Tha’if, ana rasa ana tak mampu nak muatkan dalam satu entry sahaja..inshaAllah, andai diizinkan oleh Allah…ana usahakan untuk entry yang lain…sebab Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy mengupas dengan agak panjang lebar tentang situasi ini…Allahu ta’ala a’laam…May the force be with me…Amin

Akhir kalam, bersabarlah kerana dalam sabar itu ada penawar…cakap mudah, buatnya mashaAllah…hanya Allah yang tahu….tapi berbekalkan keyakinan pada janji Allah terhadap mereka yang bersabar atas dugaan…inshaAllah, mungkin ianya dapat membantu…tak banyak, sedikit pun sudah memadai….Buat diri ana, semoga diberikan hati yang tabah…cubalah untuk senyum di sebalik mehnah…walaupun kadang-kala tewas dengan mengakrabi air mata…Wallahu musta’an…

Jazakumullahu khayran katsiran ‘ala kulli hal…

Friday, June 29, 2007

…:Dari sahabat kepada sahabat:..dengan penuh rasa cinta

Kadang kala, sesuatu perasaan itu tak mampu digambarkan dengan ekspresi wajah…atau perilaku diri…hanya kata-kata yang diharapkan dapat mewakilkan diri untuk menyampaikan sesuatu maksud yang tersirat kepada seseorang…dengan harapan agar ianya dimengertikan dengan seadanya…

MashaAllah, tak terungkap rasa penghargaan buat sahabat-sahabat yang ana sayangi kerana Allah di luar sana…terasa begitu terharu dengan segala sokongan dan dorongan yang tak pernah putus-putus…paling utama, kiriman doa dari kejauhan…semoga Allah memberkati antum semua dan memberikan yang terbaik….

Benar, ternyata Allah sahaja tempat sandaran utama kita…kalaupun kita berharap kepada manusia, ianya kadang-kadang bakal mengundang kecewa…tapi tidak dinafikan, andai Allah telah mentakdirkan orang tertentu untuk menjadi ‘wasilah’ bagi membantu kita…Allahu a’laam…pengetahuan itu hanya di sisiNya…yang penting, sentiasalah bersangka baik dengan Sang Pencipta…Dia Lebih Tahu akan segala hal…inshaAllah (nasihat untuk diri ana yang sering juga kelupaan…ana al-faqirah ilallah)

Sebagai menghargai jasa sahabat-sahabat ana semua (asifati jiddan, tak berani nak sebutkan nama since antum terlalu ramai…tak mahu nanti ada yang tertinggal…yang penting, antum semua senantiasa dalam doa ana..inshaAllah)…entry kali ini diharapkan dapat memberi sedikit manfaat buat semua…Terima kasih atas huluran ukhuwwah fillah…Alhamdulillah, Allah mengizinkan ana untuk merasai kemanisannya berukhuwwah atas dasar kesucian aqidah….purely for Allah’s sake…Wallahu ta’ala a’laam…Jazakumullahu khayran katsiran untuk segalanya….




Hadiah Persahabatan






Persahabatan



Suatu ikatan yang lahir dari hati



Keinginan yang ikhlas



Bagi berkongsi tangis, tawa, kasih sayang serta keakraban



Sesungguhnya, sahabat adalah tempat berbicara setulusnya



Tentang impian dan pengertian hidup ini



Persahabatan yang murni dan suci



Adalah sebuah perhubungan yang disulami dengan benang kejujuran



Diwarnai dengan keikhlasan



Dicurahi dengan kasih sejati



Sekiranya menjadi gunting dalam lipatan



Robohlah tembok keluhuran sebuah persahabatan



Teman yang budiman



Mengertilah maksudku ini



Sesungguhnya apa yang tersimpul di hati kecilku



Sejak perkenalan kita



Kita bina tugu persahabatan



Yang dipagari besi kedewasaan



Yang teguh berdiri megah di laman hati kita



Tak tumbang dek rintangan



Hanya satu pintaku



Agar dikau sentiasa mengingati diriku











      Di sini ana sertakan lagu Untukmu Teman - Brothers yang memang menjadi kesukaan ana sejak dulu lagi...liriknya sangat bermakna...moga mendapat manfaat darinya...

      Di sini kita pernah bertemu

      Mencari warna seindah pelangi

      Ketika kau menghulurkan tanganmu

      Membawaku ke daerah yang baru

      Dan hidupku kini ceria

      Kini dengarkanlah

      Dendangan lagu tanda ingatanku

      Kepadamu teman

      Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

      Kenangan bersamamu

      Takkanku lupa

      Walau badai datang melanda

      Walau bercerai jasad dan nyawa

      Mengapa kita ditemukan

      Dan akhirnya kita dipisahkan

      Mungkinkah menguji kesetiaan

      Kejujuran dan kemanisan iman

      Tuhan berikan daku kekuatan

      Mungkinkah kita terlupa

      Tuhan ada janji-Nya

      Bertemu berpisah kita

      Ada rahmat dan kasih-Nya

      Andai ini ujian

      Terangilah kamar kesabaran

      Pergilah gelita hadirlah cahaya








      Sedikit pesanan penuh makna buat pedoman bersama:

      • "Jangan bersedih..kekasih pilihan Allah akan dihadiahi dugaan hebat tanda kasihNya, jalanNya dihias dengan duri-duri luka, tidak dibiarkan lena dalam nikmat yang melimpah, tapi dihidangkan keperitan susah payah yang tiada sudah..namun, bukankah telah dijanjikannya dalam kalamNya yang mulia, setiap kesusahan pasti ada kemudahan..Setiap kesusahan pasti ada kemudahan."
      • Doa buat sahabat-sahabatku: "Ya Allah kurniakanlah keredhaan, keampunan, dan kasih sayangMu kepadanya, berikanlah kepadanya ketenangan jiwa yang tak putus-putus, kekuatan dan ketabahan hati dalam menempuh perjuangan ini, keseronokan melihat wajahMu, tanpa halangan dan cubaan yang menyesatkan,..limpahkanlah kepadanya kejayaan di dunia dan di akhirat..Amin"

      Friday, June 01, 2007

      To whom it may concern...

      Salamun'alaikum...may this reach you in the best state of Eemaan and health...Ameen...




      InshaAllah, this entry is actually taken from my inbox, sent by a sister in Faith several days ago...Alhamdulillah, all of the information here is the original version of it (without any alteration or changes, EXCEPT for the way it is presented because I can't avoid from it), mainly to retain its originality...and definitely, I have been granted permission from the sister to publish it again in my own blog for everyone's benefit....inshaAllah...A special bunch of thanks to Sister Rytha for everything....May Allah reward you according to your pure intentions...Ameen...



      ~*~ Salman Wants to Get Married ~*~
      wrote by someone








      Seeing that his mother was in a good mood, Salman sat near her and said, 'Mother, I have an idea which should bring you much joy."
      His mother answered eagerly, "My son, all that you give me makes me happy. What is on your mind?""You know," he told her, "I have finished my studies and canafford to begin a family. I have decided to marry."His mother's face brightened with a smile. "This is very good news! I have long awaited such a day," she told him. "How often I have wished you would marry one of your cousins. Praise be to Allah that you have made this decision before it is too late!." Salman exclaimed, "Before it's too late? What do you mean?" "Your cousin Maryam is now old enough to marry. Every day there is someone visiting her home, seeking her hand."Salman sat silently for a moment and said, "Then why should we bother her suitors?""What do you mean, Salman?," asked his mother, dismayed."My cousin Maryam is not fit for me.""Why not? No, my son, you're mistaken. I shall go and see about your engagement tomorrow," his mother told him.Salman frowned and said, "No, mother. Please do not do such a thing. I will not agree to this." "When she becomes yourfiancé, you will feel love for her. Put aside your fears. Maryamis beautiful, and she has a respectable job."Salman disagreed, "No. This matter only concerns me."Salman's mother thought for a moment and said, "If you dislike Maryam, then there's my brother's daughter. She is as beautiful as Maryam, and she has inherited a large sum of money from my brother."Mother, please think about this matter from my point of view. I need someone to share my life, not a business partner."His mother became angry and sharply asked, "What's wrong with my niece? Why isn't she good enough to be your wife?"Salman replied, "She is not a practicing Muslim. I want a Muslim wife."Salman's mother laughed sarcastically and said, "You speak as if you were an angel who could only marry another angel. Why don't you stop saying such nonsense, my son? You are an educated young man, you should give up your impossible ideals.""I am neither an angel, nor do I seek a saint for a wife. I am aMuslim believer looking for a girl who also believes in Islam."replied Salman.Salman's mother told him, "I don't know any girls who share your ideals."He said, "I know someone who measures up to my expectations. "Startled by this admission, Salman's mother asked, "You knowsomeone? Who is she? Since when do you begin friendship with girls?"Salman answered quickly, "I didn't mean that I know a girlpersonally, but I know of her." "I see," she said. "You have already chosen your wife. Who is this lucky girl?" "Mother, please be more understanding. I hope you will take my side and persuade father to agree with my choice."This appeal to Salman's mother softened her, and she said, "Iswear that I think only of your welfare. I'll help you. Tell me, what are this girl's qualifications? "Salman told her, "Nothing matters except the religious aspect. She is Muslim, and wears complete hijab." "Oh, then she isuneducated!""No, she has a high school education and her religious knowledge is extensive."Then his mother asked, "What family is she from? Do I know them?""She is from a good family known for their piety", Salman toldher. "Of what use is a well-known family if a girl has no Islamicmorals?" He silently beseeched Allaah to give him the patience to overcome his mother's resistance. "A happy marriage doesn't depend on fame or wealth. Happiness stems from spiritual nearness and mutual understanding. " Then, in a different tone of voice his mother asked,"What does her father do for a living?" "He is a grocer," Salman replied."A grocer?!", she exclaimed. "Yes. He is a grocer and a veryrighteous man. He is the head of a happy and virtuous family."Salman's mother interrupted him, "You are the son of a wealthy man; with your college degree you wish to marry a grocer's daughter?
      What a shame! Yet you ask me to assist you! If I had chosen the daughter of a jeweler, how would you feel?"His mother replied, "There is a big difference between a jeweler and a grocer.""The only difference is with regard to the substance. The former sells rings and the latter sells sugar. Both work in order to earn money," Salman answered.His mother lamented, "Imagine your father's reaction to this news! "Salman said firmly, " This is my desire, either you help me or I'll do it myself."He spoke so seriously that his mother laughed mockingly,saying, "Does the matter require a great effort? The least move you make, they will give their daughter to you gladly."Salman shook his head in doubt and said, "Wait and see!""What an odd situation this is! Am I to present my son to agrocer's daughter? What special beauty does this girl possess to make you blind to every other consideration? '"I have not yet seen her," Salman said."Then how do you know she's not ugly?" asked his mother."I know she is not. As far as good conduct is concerned, physical beauty is of little importance.""Oh Salman, my amazement never ceases."The next morning, Salman told his father of his intentions. His father became angry, but Salman remained determined to marry the woman of his choice. Finally his father agreed and Salman asked his mother to visit the girl's home to make the proposal and overcome any obstacles.The following afternoon Salman's mother, accompanied by his oldest sister, went to the girl's house. On the way there, Salman's sister asked her mother what the girl's name was. Her mother replied, " I forgot to ask him! "When they knocked on the family's door, they were surprised to see a woman covered perfectly open it. The woman was surprised to see the two unfamiliar women, but she showed them intothe living room and went to tell her mother that they had visitors.
      Her mother welcomed the guests and waited for them to explain the reason for their visit. After exchanging greetings, Salman's mother asked who was who had opened the door. "It was my daughter, Zaynab," she replied. "Do you have any other daughter?" asked Salman's mother. "No, she's my only daughter", replied her mother. Salman's mother and sister were delighted to learn that the girl was Zaynab. Just then, after put off her niqab Zaynab entered with coffee for their visitors and put off her niqab. She sat next to Salman's sister and they soon found much to discuss. Then she collected the empty coffee cups and left the room.Salman's mother began, "We have come with a blessed aim. We would be happy to have your daughter Zaynab as a wife for my son." She praised her son for his intelligence, his good looks and his wealth, but she neglected to mention his firm Islamic beliefs, which was very important to Zaynab's mother. Therefore, Salman's mother was stunned when Zaynab's mother shook her head slowly and said, "I'm very sorry. It is difficult for me to agree to this proposal; in fact, it's impossible." With much surprise, Salman's mother asked, "What is impossible?""My daughter is still young. I'm sure your son can find a girlwho suits him." Salman's mother protested, "But Zaynab suits him well!
      Would you be kind enough to justify your refusal?""I only have one daughter, and I should be sure of her futuremarried life.""But Salman is well-off financially, " said his mother. "He isa Doctor!"Zaynab's mother replied, "Zaynab would not marry someone because he is wealthy or has a college degree."Salman's mother was at a loss for words. "Then what will ensure your daughter's happiness and consent?""When a mother looks for a wife for her son, she should mention her son's conduct." said the mother of Zaynab. "My daughter is a committed Muslim. She wants a Muslim husband, and remember, my daughter wears hijab, and your son may want a modern wife, who dresses like his mother and sister."Salman's mother laughed with relief and told her, "You're correct.
      I haven't mentioned his conduct. I thought that other aspects of his character were of more importance. My son is a faithful Muslim. He is, in fact, looking for a wife who observes hijab. Be sure that my appearance (un-Islamic clothing) is not to Salman's taste."Zaynab's mother also smiled and said, "You should have told me earlier! Please give us your address so we can visit you and learn more about your son.""We hope you can come early next week," said Salman's mother.Salman was waiting anxiously for his mother's return. As soon as she and her daughter returned home he asked, "Well, mother? How was your visit?""It was very strange," she replied."What was strange?", he asked. "Has anything bad happened?""Oh no, Salman. But I never expected such a thing," sheanswered. "Then they have refused?" Salman's father said, "How could a grocer's daughter refuse a wealthy young man?"Salman's mother turned to her husband and said, " They did, in fact, refuse...""What! they refused?" asked the father. "I spoke about Salman's good qualities, but I didn't mention his Islamic morals. My appearance also caused her to decline my proposal because her daughter is a very faithful Muslim. When I realized their objections, I told them that you are a true Muslim as well. I have come to respect them very much. They don't care about status or wealth.""Have you seen the girl?", asked Salman's father."Yes, she is very beautiful, lovely and polite. Salman is a lucky man to have made such a choice."The following week, Zaynab's family paid a visit to Salman's home and plans were made for the upcoming wedding. They were soon married and there was much rejoicing.



      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~





      ~My Dear Nervous Sister ~


      My Dear sister who overwhelming with sweetness of faith.

      My dear sister whose heart captivate with the light of ma'rifah

      My Dear sister who are reaching the peak spirit of learning

      My Dear sister who thirsting of knowledge the deen

      My Dear sister who occupied with the passion of worship…

      My dear nervous sister ….

      Scared of accepting the wrong person who would extinct the enthusiasm flame

      Scared of accepting the fake person who would destroy your ultimate dreaming

      Scared of accepting the one who trapped your heart with another love

      Scared to the one who could lead you astray…

      Scared to lost the blessing of Allah …
      Scared to lost he light of guidance that can't be replaced by the whole of world

      Scared to lost the sweetness of faith that can't be replaced with all the treasure
      My dear sister

      Allah will answer your prayers….

      Allah knows best your sincerity …

      Allah listen the crying of your heart..

      Allah will always protect you….

      He the Only one you lays your trust

      Your dreams of

      The one who devote practicing mu'min

      The one whose heart fixed upon remembrance of his Lord

      The one whose tongue always moaning the beautiful name of Allah

      The one whose eyes wakeful in the silent night tearing humbly closely to his Lord..

      The one who love Qur'an

      The one who instill the light of Qur'an in every aspect of his life

      The one who love his deen more than anything

      The one who proudly say Islam the only way that dominate his heart, mind and his attitude….

      The one who dream to die in that way fisabilillah…

      The one who love the sunnah……

      Must have beard [it must…that you said :)]

      Must love to pray in mosque…

      The one who not occupy with the idle activities…

      The one who respect your veil…

      The one who will protect you from evil…

      The one who will accept you completely

      The one who can see the deepest of your heart

      The one who value what lies inside more than your facial beauty

      The one who respect you as a partner of life

      The one who trust you more than anyone

      The honest one who will company the journey sailing in the ocean of life

      The one who patience with your horribleness…

      The one who will give chance of self improve than blame of every details of your weakness..

      The one who can keep smiling when advice you with the eye of affection and tenderness

      The one who speak wisely words full of wisdom as support and encouragement

      The one who will lead you to the beauty of deen

      The one who will be the teacher of your life…

      The one who put you in the second of place in his heart after His Lord…

      You're yearning to be a queen of one's heart….

      The one who will put you always beside him….never leave you behind

      The one who lead you to the best destination of jannah

      The one who will race with you to win the eternal love of the owner of the love

      The one who will spark the water to wake up you for qiyamul lail

      The one who will sit with every Monday and thurday for shaum sunnah…

      The one who will make your house full of blessing with his quranic recitation..

      Simple,humble…reliable… responsible and mature… who be whatever he is…

      My dear sis,

      You found the behalf that will make you complete…inshaAllah

      Your dream inshaAllah finally will come true… in very soon….

      Lahaula walla quwata illabillah InshaAllah

      He will in the first line to defense your honor

      He will speak for the world…to protect you

      He will help you from all the cultural ritualism

      He will safe you from all those "stupid" ceremonies

      He will there…as a real Moslem manWho love his deen more than his culture...

      InshaAlalh He is a strong man

      To stop people drawing your face with those colorful make up

      To stop replace your modest hijab with the most recent hair style

      He will be there …

      To stop people force you wearing the tight fitting fancy dress…

      He will be there …

      To stop them put the sparking jewelry

      InshaAllahHe will be there to make all people understand

      He will be there…..beside you

      Like an angle that Allah sends from the sky

      To support you …to make you strong…

      Release you from the guilty feeling of reveling of your beauty

      Release you from the sin of abusing the sunnah

      He will be there …. make sure nobody force you to do thing abusing the deen that you love dearly

      InshaAllahHe will be there….

      He will tell all loudly …proudly

      You are his wife

      You will not let you go to the stage…like a cutie Barbie

      His ghirah, his love will make you a precious pearl

      As a Shield of your beauty from the stranger' eyes..

      He will feel what you feel…

      You free from the duty of smiling to the strangers

      You no need to sake their hands

      You will not feeling like a real hypocrite reveal what you want to conceal

      InshaAllahHe will be there understand every beat of you heart

      Every dream in your mind

      To life in the shade quran wa sunnah…

      My Dear sister who yearning the mercy of Allah subhana wata'ala

      My Dear sister who yearning blessing of Allah subhana wata'ala

      One has been decreed for you…

      You will accept what you deserve…

      Subhanallah Allamdulillah… la Ialha illah Allahu akbar…

      Barakallah wabaraka alaika wa jamaa baynakaum fi khair …


      PS :My dear sisters you are marrying a human

      He is not an angle…Nobody perfect….You MUST find his flaws….It all about the journey to be tolerant…To give more than demand…






      Wallahu ta'ala a'laam...Last but not least, I just feel like putting this meaningful song...May you get something out of it...Ameen...






      Notes: Sorry if I would say that this is going to be the last entry for the time being, for I will be OFF to Canberra (for some reasons, inshaAllah) and I'll be sitting for my final examinations soon....Please pray for everyone...May the force be with us...Ameen....



      ~~~ Ana al-faqeerah ilallah~~~

      Saturday, May 26, 2007

      Kesertaan Allah...

      Pemandangan di Bondi Beach, Sydney....2007

      Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi,

      "Wahai Anak Adam, kenapa engkau tidak memperhatikan Aku?Tahukah engkau bahawa engkau berada dalam pengawasan mataKu dalam kesepian engkau, dan kala nafsu syahawatmu bergejolak. Ingatlah Aku, dan mintalah kepadaKu agar Aku cabut nafsu itu dari hatimu, dan Aku pelihara engkau dari berbuat maksiat kepadaKu dan Aku jadikan engkau benci kepada perbuatan itu,Aku mudahkan engkau mentaatiKu. Aku jadikan engkau cinta kepada ketaatan itu serta Aku jadikan ia indah dalam pandanganmu. Wahai Anak Adam, Aku hanya menyuruh dan mencegah agar engkau meminta pertolongan kepadaKu dan berpegang erat kepada tali agamaKu, bukan untuk derhaka kepadaKu dan berpaling dariKu, dan kalau begitu Aku akan menjauhkan diri dari engkau. Aku sbnrnya tidak memerlukan engkau, dan engkaulah yg memerlukan Aku. Aku telah ciptakan dunia ini dan Aku mudahkan ia untuk memenuhi kepentingan engkau, tidak lain supaya engkau bersiap-siap untuk menemuiKu dan engkau membawa perbekalan darinya, agar engkau jgn berpaling dariKu dan kekal di atas bumi. Ketahuilah olehmu, bahawa negeri akhirat itu adalah lebih baik bagimu daripada dunia ini. Dari itu janganlah engkau pilih yang lain dari apa yang telah Aku pilihkan buat engkau, dan janganlah engkau benci menemui Aku, kerana barangsiapa yang benci menemui Aku, Aku pun benci menemuinya, dan barangsiapa yang rindu bertemu dengan Aku, Aku pun rindu menemuinya.."





      Thursday, May 10, 2007

      Pengalaman ‘mencemaskan’….

      Salamun’alaikum buat semua…semoga entry kali ini menemui antum dalam keadaan yang masih lagi di bawah peliharaanNya…Amin

      InshaAllah, ana dengan kadar yang terhad dan mencuri sedikit masa…terasa ingin berkongsi satu pengalaman yang cukup membuatkan ana “risau” dan “takut” sewaktu dalam perjalanan pulang dari City ke Clayton….semoga ada ‘ibrohnya buat antum yang membaca….Allahu a’laam

      Tanggal 21 April yang lepas, ana bersama seorang Sister berangkat bersama-sama ke City of Melbourne untuk group discussion. Hari Sabtu…jadi memang normal kalau melihat ramai orang yang keluar ke City melepaskan tekanan atau membuat aktiviti masing-masing. Untuk kami berdua, alhamdulillah….minggu tersebut ada pertemuan di City bersama sisters lain yang sudah lama tak bertemu…setidak-tidaknya masa hujung minggu kami terisi dengan sesuatu…yang diharapkan berfaedah buat bekalan bersama…inshaAllah…

      Perjalanan ke City alhamdulillah…lancar…tiada sebarang masalah atau kesulitan…dan syukur alhamdulillah, Allah memudahkan ana untuk menyempurnakan satu ‘amanah’ untuk hari itu…walaupun malam sebelumnya ana seperti tak keruan….tiba-tiba rasa kurang yakin untuk presentation for the group discussion…but subhanallah, this is a gift from Him….it did turn out well….pagi Sabtu itu berlalu dengan satu mesej yang ana kira cukup bermakna buat diri ana secara peribadinya….

      Dipendekkan cerita, kejadian ini berlaku sewaktu ana on the way back to Clayton. Sister yang turut sama menemani ana sepanjang perjalanan kami ke City tadi harus turun di Caulfield Station untuk satu lagi group discussion bersama teman-temannya…So, nak tak nak..ana terpaksalah balik seorang diri ke Clayton..mashaAllah, hari itu juga ditakdirkan hujan di tanah Clayton…in fact, hujan sudah mulai turun sewaktu ana masih lagi di City of Melbourne..bila hujan, memang perjalanan menjadi sedikit slow…and train pula waktu itu bermasalah…huhuhu…staff di train station buat satu pengumuman….the announcement was like this (sort of):

      “The train from Oakleigh to Springvale has encountered disruptions. Therefore, passengers travelling to those areas will need to use the Train Replacement Bus. Sorry for any inconvenience caused.”

      Innalillah…dalam suasana yang sangat ‘freezing’ dan cuaca yang tidak begitu mahu bersahabat dengan ana…tiba-tiba ada masalah pula…and ana memang kena travel ikut route Oakleigh sampailah ke Clayton…so, definitely…I ended up travelling by bus from Oakleigh Station…anyway, no worries…at least, the Australians are really efficient in terms of service disruptions…(wishing that this good value will also be emulated by Malaysians in the future..)

      Train Replacement Bus ternyata ada beberapa buah…ish ish ish…mana satu nak naik ni? Ana bertanya dalam hati…lastly, ana tanyakan pada bus driver yang tengah tunggu passengers dari luar…

      “Excuse me, Sir…is this bus going to Huntingdale? (sebab tiada ticket Zone 2 for Clayton..ana seharusnya turun di Huntingdale Station dan ambil lagi satu bus yang berhenti di Monash University)…huhu, so fussy…anyway..

      Then the bus driver replied, “Yea, hop on this bus…it will stop at Huntingdale..”

      Ana dengan tenangnya naik bus tadi…disebabkan masalah tadi…ternyata bus memang penuh dengan orang ramai…macam-macam jenis orang yang ana dapat lihat…mata ana mencari-cari seat yang available untuk duduk since tempat destinasi akhir ana masih jauh..and i won’t be able to stand up for that long…alhamdulillah, akhirnya nampak tiga seat kosong di bahagian paling belakang…tapi yang kurang selesanya…mostly lelaki yang duduk di tempat duduk belakang…so, ana memberanikan diri untuk dapatkan tempat duduk paling tepi dan meninggalkan lagi dua tempat duduk untuk penumpang lain (if any)…

      Setelah settle down...ana duduk diam sambil menunggu bus driver nak mulakan journey kami..tak lama selepas tu, tiba-tiba ada dua orang lelaki berpakaian ala Jeans dan cap..mereka berdua menghampiri seat belakang since masih ada lagi dua tempat kosong...and definitely, it was near me...huhuh....



      Dalam hati memang ana rasa tak best sangat since cara mereka berpakaian tu menampakkan mereka sedikit 'tough'...Allahu a'laam..it might just be my gut feeling....berbaik sangka...inshaAllah, Allah selalu ada bersama-sama ana...so, no worries then...



      Kedua-dua lelaki tadi menghampiri tempat ana duduk (right at the window)...ana memang duduk paling tepi...lelaki yang duduk di sebelah ana tiba-tiba mengucapkan salam...
      "Assalamualaikum sister. How are you?"

      Ana memang kaget sekejap...ooo...rupa-rupanya lelaki tadi Muslim...ana menyambut salam tadi dengan ucapan yang sewajarnya...

      "Waalaikumussalam wbt....alhamdulillah, good..thanks for asking."

      "I am a Muslim too sister...i can read The Quran very well...and I certainly understand arabic...if you have The Quran now...(and in fact, ana memang bawa quran kecil kesayangan ana di dalam beg setiap kali berjalan jauh) ..I can definitely read it now..."

      MashaAllah...rasa terkejut ana belum hilang lagi...dia dah describe banyak tentang diri dia...tak mengapa...memang susah nak recognize Muslim man...unlike sisters..sebab salah satu fungsi hijab adalah supaya kita dikenali..tapi untuk kes kali ni..seriously, ana sedikit kaget...

      I could smell something 'bad' near our seats...rasa macam tahu bau tu bau something...tapi ana cuba berdalih di dalam hati sebab kata lelaki tadi...dia Muslim...malah lebih memahami bahasa arab al-Quran...(which is better than me..sebab ana belum mampu faham dengan sepenuhnya setiap kata dalam al-quran)...

      To my surprise, Muslim man tadi buat declaration....

      "You know sister....This is HARAAM (he pointed out to this bottle inside a plastic bag...astaghfirullah...it was an alcohol!!! khamar!!!....and memang ana dah dapat meneka sejak awal dia duduk di situ...sayangnya, Muslim man tadi sebenarnya dah melanggar peraturan di dalam bus...NO ALCOHOL IS ALLOWED!!....sayang seribu kali sayang...sebab Allah malah mengharamkan arak kepada setiap orang Islam....I was speechless for a moment).....

      Ana menyambung...."So, my brother...if you know that Allah has clearly mentioned it in the Quran, why do you still drink it? I'm sure that you are aware of Allah's punishments..." (Ya Allah, betul ke apa yang ana cakapkan pada lelaki tadi? Berhikmah kah ana? I'm not trying to create any other problems...but I normally learn and communicate with someone by first asking some questions...Allahu a'laam...I wish it was alright)

      "Well...I know that...I told you before that I could read The Quran very well...but I drink it because of MY STUPIDITY....I'm stupid, sister..." he replied..

      Astaghfirullah (berkata di dalam hati)...ana cuba bertenang dulu...tapi dalam hati, hanya Allah sahaja yang tahu perasaan cemas yang makin meningkat...adrenaline rush pula tiba-tiba terjadi...sebab ana risau if something bad will happen sebab lelaki tadi mungkin akan mabuk selepas beberapa ketika..

      Waktu itulah ana terasa sangat 'takut'...alhamdulillah, Allah masih lagi ilhamkan ana untuk berwirid dalam hati...berulang-ulang kali ana baca ayatul Kursi dan selawat kepada Rasulullah secara berselang-seli...ana pada waktu itu hanyalah the one and only passenger yang Hijabee...lagilah terasa 'takut' dan 'cemas'..Ya Allah! Selamatkanlah hambaMu ini dengan apa cara sekalipun..Lindungilah aku dengan kekuasaanMu...Ameen..

      Setelah lama bersembang, barulah Muslim man tadi perkenalkan sahabat dia di sebelah...ana tak diberitahukan nama...tapi sahabatnya itu ternyata seorang Christian....huhuhu, a Muslim man and a Christian guy...No comment..

      "Sorry sister...this is a friend of mine..he's a Christian...he wants to become a good person later...but only if he can find a good woman for him...Do you have anyone to recommend, sister?"

      "Are you married sister?"

      Innalillah...(berkata di dalam hati)...rasa macam perlu sangat perbanyakkan istighfar pada waktu itu...it's a bit shocking...huhuh...be calm...think wisely...

      "Oic...nice to meet you, brother...That's a great idea...I am happy to know that you want to have a shift in your life...Hopefully you can make it true later.."

      "Well, I'm still single.." (opss...I wish I have answered it the other way around..terasa yang lagi elok kalau ana ber'helah' di sini..dengan mengatakan yang ana sudah berkahwin...for the sake of my safety...Allahu a'laam..if I answered as Married...maybe I could make them stop talking...tapi pasti ada hikmahnya atas apa yang telah Allah rancangkan untuk ana pada hari itu...Aku redha Ya Allah...inshaAllah, Kau pasti menjagaku...)

      "You know sister...Allah says in the Quran:

      "Innallaha ghafurru rrahiim" (alhamdulillah, ana dapat teka makna ayat yang lelaki tadi bacakan...'Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang')...BUT....innallaha syadidul 'iqoob (I'm guessing...inshaAllah, rasanya it's an educated guess...'Sesungguhnya azab Allah amatlah pedih')

      "Yes brother...you are absolutely right! So, have you ever think of repentance? As you said just now..Allah is so merciful to His slaves...so, what do you reckon?

      "O sister...I will repent one day...for every single sin that I have committed...including drinking khamar...I will surely ask forgiveness from Allah..."

      Alhamdulillah...lega sedikit hati ana mendengarkan pernyataan Muslim man tadi...rasanya kami sedikit mengabaikan Christian guy tadi...tapi sahabat dia tadi seakan nak mulakan topik baru yang melibatkan Christian guy tadi....pity him...I'm really sorry for that..

      To cut the long story short....banyak juga yang kami sembang selama perjalanan ke Clayton...syukurlah ana yang harus turun dulu since kedua-dua lelaki tadi nak stop di Dandenong...which is further away....Alhamdulillah ya Allah...

      Sampai sahaja di Springvale Station (bus memang drop penumpang kat Springvale sebelum meneruskan perjalanan ke Dandenong)...ana bingkas bangun..tapi dengan gaya tenang seperti tiada apa yang berlaku...(cuma dalam hati ini...mashaAllah, berderau..berderap..dan seumpamanya..sebab mereka bincangkan topik yang agak 'heavy' dan ana hanya end up lebih banyak mendengar daripada berbicara...)...

      My last word to the Muslim man..."May Allah guide you to His right path..Amin"...and he was smiling at me...(lega..ibarat terlepas dari satu kesulitan yang amat menguji keyakinan kepada pertolongan Allah)...

      ~~~ Tamat kisah benar yang ana alami ~~~

      Buat sahabat-sahabat yang ana kasihi sekelian...hargailah NIKMAT IMAN DAN ISLAM yang ada pada diri antum....jangan sampai ianya terlucut daripada hati-hatimu....itulah benteng perlindungan diri kita...bersyukurlah pada Allah andai nikmat itu masih lagi antum kecapi...jagalah ia...semailah ia dan suburkanlah ia dengan seadanya...menurut aturan yang telah ditetapkan oleh Ilahi....(buat diri ana juga yang sering kelupaan)

      "Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati...tetapkanlah hati-hati kami di atas agamaMu dan dalam mentaatiMu..."

      InshaAllah...semoga mendapat sedikit pengajaran daripada perkongsian ini...jazakumullahu ahsanul jaza'

      ~ Hargrave-Andrew Library ~

      (kalau orang nak cari ana, paling senang..sebab di sinilah tempat ana berkunjung almost every day...ternyata memang ana seorang yang sangat "kaya dengan assignments"...huhuh...no worries then)

      Wednesday, April 25, 2007

      ..:Chatterbox:..


      Satu pemandangan di The Nobbies, Phillip Island, Victoria, Australia...moga menjadi penyejuk mata...penyubur rasa iman dan cinta si hamba pada Sang Khaliq...





      Bismillahirrahmaanirraheem...




      Salamun'alaikum pembuka bicara...berharap ianya menemui kalian semua dalam keadaan masih lagi merasai nikmat Iman dan Islam...inshaAllah, mudah-mudahan...




      MashaAllah, jari-jemari ini sudah lama tidak dilatih dengan mengetip keyboard untuk blog ana ini...kekangan dan daftar agenda yang cukup banyak dan cukup menyibukkan diri membuatkan ana terpaksa mengorbankan hasrat untuk meng'update' blog...rimbunan kemaafan ana pohonkan dari sahabat-sahabat sekalian kerana kelemahan diri...inshaAllah, blogging is always going to be my part-time job..tapi ana tak mampu janji yang ana akan dapat siapkan satu entry (at least) untuk setiap bulan...jika diizinkan Allah...nescaya ter'update'lah blog ini....Walau apapun...terima kasih tak terhingga....jazakumullahu khayran katsiran atas kunjungan semua...in return, ana balas messages yang ditinggalkan di chatterbox dan tak terbalas oleh ana buat masa ini....may Allah reward you all good....Ameen..



      • Adik Maisarah : Subhanallah, dah lama rasanya kita lost contact...rasanya sekarang Mai dah ada di bumi Ireland kan? alhamdulillah, if it is true...selamat menempuhi lembaran baru dalam kehidupan bergelar 'orang asing' di daerah sana....sesungguhnya cabaran dan dugaan itu bisa mematangkan hati yang sedang mekar di bawah lembayung ISLAM....teruja akak dengan blog Mai...sebagai membalas, akak dah add blog Mai di sini..semoga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung-pengunjung di blog akak yang amatlah sederhana ini...Wallahu a'laam...lotsa love...hugs and kisses from me afar.



      • Akhi ikhwan_cbd (aka Akhi Majdi): jazakumullahu khayran katsiran untuk doa dan sokongan yang tak putus-putus...nampaknya semua orang dalam musim peperiksaan....ana pun in the middle of exam..didoakan semoga akhi diberi kejayaan yang cemerlang di dunia dan akhirat....Amin...hayyakumullah.



      • Serikandipertama: la shukran 'alal wajib, adik Syidah sayang...akak tidak banyak membantu..tapi ketahuilah, sebaik-baik penolong dan pembantu itu adalah Allah...akak mengharapkan yang terbaik buat diri Syidah...tentang The Butterfly and The Flower..maaf sayang...akak tak dapat pastikan dari mana source-nya...cuma akak amat bersetuju dengan pandangan sahabat Syidah tentang peri-pentingnya kita untuk menyemak keshahihan sesuatu ilmu...sebab Allah pernah berfirman:

      "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Kerana pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." [QS17:36]


      Bagi akak...ianya bukanlah sesuatu yang akak "harus" pegang...tapi lebih kepada memberi pengajaran dan iktibar...seakan pedoman hidup yang berguna...Allahu a'laam...




      • Akhi Ahmad (aka Ahmad al-Libi): Teruskan berusaha menyebarkan Islam melalui qalam..Great effort (I would say)..Mabruk akh....Selamat menjalani praktikal...semoga dapat memberi manfaat kepada orang lain (nafi'un lighairihi) ....inshaAllah, nasihat buat diri ana juga...barakallahu fiikum..Amin.



      • Adik Shue: Kangen.....rindu kat adik akak sorang ni...terkenangkan detik-detik bersama sewaktu akak pulang ke tanah air tahun lepas...diharapkan moga shue tetap teguh hati di sana...doakan perjuangan akak dan sahabat-sahabat di bumi Aussie agar tetap tegar walau apa pun menyerang...sampaikan salam sayang akak kepada Bonda dan akhawat-akhawat tercinta di bumi sana...nantikan kepulangan kami ya!



      • Kak Nurul Adni: Subhanallah, lama tak menjenguk akak di teratak 'cahaya'..lagipun, dah jarang nampak akak online di YM...kifhalik, ya ukhti? kalau tak silap Yus, akak sedang praktikal kan? inshaAllah, Allah iftah 'alaikum...doakan kita semua (akak, Kak Najwa, Yus, Aina dan Ayu) dapat grad tahun ini....dan work out "projek besar" nanti....Amin.



      • Akhi Che Rahim: Salam taaruf....nice blog, anyway...Terima kasih atas kunjungan...tentang pertanyaan akh tu, ana cuba jawab setelah tamat jihad peperiksaan nanti..inshaAllah, jika diizinkanNya...



      • Akhi Nazrulamir: Waalaikumussalam akh....webmaster datang menjenguk moderator ni...akhirnya meninggalkan jejak di teratak ana...afwan katsiran...rasanya tak sempat ana singgah di 'notes' akh...tapi kadang-kadang ana masuk tanpa meninggalkan sebarang kesan...inshaAllah, we'll see how it goes....apa perkembangan Paksi.net sekarang akh? Kalau sebelum ini, ana dan wakil-wakil dari Oz and UK yang selalu kena 'serang' in relation to Paksi...huhuh....whatever...selamat meneruskan sisa-sisa perjuangan di sana...Allah yubarak fiikum....


      InshaAllah, rasanya ana dah menjawab semua message yang tergendala untuk dibalas....I wish so...if Allah wills, ana akan share satu pengalaman dengan seorang Muslim man dan Christian man yang sedikit 'mencemaskan' diri ana...mungkin ada 'ibroh yang bisa diambil darinya....Nantikan!


      Jazakumullahu khayran katsiran 'ala kulli hal...



      Notes: Sempat lagi mencuri masa dalam minggu imtihan sughro.....huhuh...

      Friday, March 09, 2007

      Bila Hidup itu Cermin...

      Bila hidup itu cermin

      Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahawa kehidupan itu adalah sosok kita

      Atau... sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan

      Maka,

      Bila hidup itu cermin

      Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya

      Bila hidup itu cermin

      Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya agar kita mengetahui dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu

      Namun, sayang

      Kita sering menganggap bahawa hidup itu adalah cermin cembung yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki

      atau kita sering menganggap bahawa hidup itu adalah cermin cekung yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya

      Dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan

      Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah dialami,
      baik yang memalukan mahupun yang menyenangkan adalah cerminan diri kita
      yang tak sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata

      Cubalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar
      yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam di wajah dengan jelas
      dan perlahan-lahan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekadar lotion,
      bukankah itu lebih mudah?

      Berapa kali kita bercermin untuk sekadar memperindah penampilan jasad?

      Namun,

      Ketika itu, sudahkah kita bercermin dengan kehidupan, menutupi kesalahan dengan
      amal soleh yang kita perbuat dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat
      denganNya seperti yang tiap hari kita lakukan

      Sudahkah?

      Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melalui cermin kehidupan yang ada di depan mata?

      Wednesday, February 07, 2007

      Perihal Iman itu...


      “Wahai saudaraku! Tahukah kamu akan perkara yang merisaukan hati kecilku ini?” soal Saidina Abu Bakar As-Siddiq kepada Hudzaifah Al-Yaman yang terkenal dengan sifat mulianya dalam menjaga kerahsiaan dengan sempurna.

      “Mengapa wahai saudaraku, Abu Bakar? Ceritakanlah kepadaku, barangkali ada ‘ibroh yang bisa diambil darinya,” ujar Hudzaifah dengan nada yang lembut.

      “Aku sedari yang aku tidak bisa berpisah dengan Rasulullah SAW. Kuperhatikan, sewaktu aku bersama Baginda, terasa imanku begitu melonjak tinggi. Namun, setelah aku jauh dari pandangannya dan pulang ke pangkuan keluargaku, ternyata imanku sedikit menurun. Munafik-kah aku wahai saudara seaqidahku?” Abu Bakar memberikan penjelasan, tapi kali ini nadanya seakan sedikit risau.

      “Subhanallah, sampai begitu sekali fikiranmu. Begitu telitinya engkau dalam menjaga kesihatan ruhiyy-mu. Aku pun turut merasai perkara yang sama. Menurut pandanganku yang dhaif ini, eloklah kiranya kita bertanyakan langsung pada Rasulullah. Aku pasti Baginda mampu menghilangkan kerisauan yang timbul di hati kita ini. inshaAllah,” jawab Hudzaifah dengan penuh yakin.

      Setelah disepakati, akhirnya Saidina Abu Bakar dan Hudzaifah lantas berjumpa dengan Rasulullah, pesuruh Allah bagi mendapatkan penyelesaian kepada masalah yang mereka hadapi.

      MashaAllah, bijaknya Rasulullah dalam memberikan jawapan kepada mereka berdua. Baginda lagi memberikan perumpamaan untuk mereka berdua fikirkan. Kata Rasulullah, “…seandainya iman kamu sentiasa di atas dan tiada naik turunnya, nescaya semua Malaikat pasti akan turun ke bumi lalu berjabat tangan dengan kamu…”

      Sahabat-sahabat yang ana kasihi sekelian,

      Kisah di atas adalah satu kisah yang benar-benar terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Namun, dialog-dialognya hanyalah rekaan ana semata-mata, tapi inshaAllah masih lagi mengekalkan keaslian maksudnya. Cuma, ana berharap agar antum dapat mengambil sedikit pengajaran dan dapat menangkap mesej yang cuba ana sampaikan buat bekalan antum kali ini…khayr, inshaAllah.

      Pertamanya, ana menyeru diri ana sendiri dan juga sahabat-sahabat sekelian untuk melafazkan setinggi-tinggi kesyukuran kepada Allah SWT atas nikmat Iman dan Islam yang masih lagi dipeliharaNya dalam diri kita semua. Betapa beruntung dan gembiranya andai kita bisa membuka kembali mata dan bernafas untuk hari yang baru, dalam keadaan masih lagi beriman kepada Yang Esa. Alhamdulillah atas segala hal.

      Tapi, sayang seribu kali sayang sekiranya nikmat itu telah luput dan lucut daripada sanubari kita semua. Iman itu suatu yang amat berharga dalam diri setiap insan. Ianya tidak mampu dijual-beli. Justeru, kalau sekali ia hilang dari kita, sukar untuk mendapatkannya semula. Teringat ana pada lirik lagu dari kumpulan nasyid Raihan…tajuknya “Iman Mutiara” (kalau tidak salah ingatan ana):

      “…iman tak dapat diwarisi…dari seorang ayah yang bertaqwa…ia tak dapat dijual-beli…ia tiada di tepian pantai….”

      Berbalik kepada kisah yang ana bawakan di atas, subhanallah….sedangkan para sahabat yang telah terjamin kesudahan di syurga Allah pun masih lagi risau akan tahap keimanan masing-masing, inikan pula kita manusia biasa yang masih belum pasti pengakhirannya, sama ada baik atau buruk. Janganlah hanya kerana kita bergelar ummat Muhammad, kita boleh bersenang-lenang dan hanyut dengan keindahan dunia yang ternyata mempesonakan tanpa berusaha kuat untuk bekal di akhirat kelak.

      “Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Tidakkah kamu mengerti?” [QS6:32]

      “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bahagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerosakan.” [QS28:77]

      Ya benar, Rasulullah bisa sahaja mengurniakan syafaat Baginda kepada kita semua di Mahkamah Agung Allah nanti…tapi adakah itu menjadi pelepas tanggungjawab daripada kita? Tidak sekali-kali! Renungilah kata-kata hikmah dari Al-Maududiy dalam salah satu kitab tulisannya:

      “Dunia adalah medan amal dan tiada hisab….tetapi Akhirat adalah medan hisab dan tiada lagi amal.”

      Allah juga pernah berfirman dalam Al-quran agar kita mengambil peluang yang ada selama kita masih hidup di dunia ini untuk beramal…mencari bekal buat pembela diri ketika menghadapNya kelak.

      Firman Allah:

      “..segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, kerana sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa..” [QS2:197]

      Tidak sedikit perihal iman itu yang bisa kita ketahui…inshaAllah, di sini ana muatkan beberapa komentar dari para sahabat tentang Iman…

      Umar Al-Khattab r.a. pernah berkata kepada teman-temannya: “Ayuhlah! Moga kita dapat meningkatkan keimanan kita semua.”

      Selanjutnya, Abdullah Ibnu Mas’ud mengatakan: “Duduklah bersama kami, nescaya kamu bisa meningkatkan imanmu”. Malahan, dalam sujudnya, beliau tidak lupa berdoa supaya Allah menambahkan keimanannya, keyakinannya dan juga kefahaman kepadanya.

      Selain itu, kata-kata yang amat familiar dan famous di Monash yang selalu disampaikan oleh kakak-kakak senior ana yang dipetik daripada Mu’adz bin Jabal yang berbunyi: “Duduklah bersama kami dan berimanlah sejenak” atau dalam Arabic-nya “Ijlis Bina wanu’minu sa’ah.”

      Sewajarnya juga antum menilai kata-kata daripada Abu Darda yang berbunyi: “Ianya terserah kepada setiap hamba Allah itu untuk menentukan sama ada imannya meningkat atau menurun, dan ianya juga bergantung kepada kebijakan hamba Allah tersebut untuk mengetahui bagaimana, di mana dan bilakah datangnya bisikan-bisikan jahat Syaitan la’natullah.”

      Akhirnya, hayatilah pesanan penuh makna dari Abdur Rahman Ibn ‘Amr al-Awzaa’ee yang apabila ditanya tentang Iman, ‘Adakah ianya bertambah?’ Beliau lalu menjawab: “Ya, sehinggalah ia menjadi setinggi gunung.” Terus, beliau ditanya lagi, ‘Adakah ianya berkurang?’ Beliau lantas menjawab: “Ya, sehinggalah tiada apa-apa lagi yang tinggal.”

      MashaAllah, betapa pentingnya kita semua mempunyai hati yang sangat sensitif dan peka dengan “Kesihatan Iman” kita selama kita hidup. Fitrahnya, Iman itu SINUSOIDAL. Kadang-kadang ia berada di tahap paling atas….dan bisa sahaja ia jatuh menjunam ke bawah. Hati-hatilah wahai sahabat-sahabat yang ana kasihi fillah (termasuklah diri ana sendiri yang sering kelupaan)…rajin-rajinkanlah menyemak status Iman kita. Tiada salahnya kita menjadi seorang yang terlalu berwaspada kerana ternyata Iman itu terlalu berharga bak emas permata.

      “Iman…bagaikan emas permata,
      Letaknya di dalam jiwa…
      Kemilau warnanya bak cahaya…
      Penyuluh hidup seluruh manusia…

      Iman letaknya di hati,
      Suburkanlah dengan ilmu…
      Bajainya dengan zikrullah…
      Ia menunjukkan kita jalan diredhai Allah..
      Imanlah harta yang paling berharga…

      Iman…kurniaan Yang Esa,
      Tanpa mengira bangsa dan rupa…
      Memberi petunjuk ke jalan mulia…
      Menjadi benteng penghalang dosa…”

      Alangkah indahnya andai kita mampu mencontohi seperti mereka yang disebutkan Allah dalam kitabNya:

      “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gementar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal.” [QS8:2]

      “(iaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, kerana itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” [QS3:173]

      “Dan ketahuilah bahawa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemahuan) kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [QS49:7]

      Alhamdulillah, walaupun terasa nukilan kali ini lebih comot berbanding yang lain…tetapi dengan rahmat Ilahi, dapat juga ana tamatkan entry kali ini. inshaAllah, semoga ada manfaatnya buat diri kita semua, kalaupun tidak banyak…sedikit pun sudah memadai…terimalah seadanya…kerana hanya ini yang mampu ana berikan buat masa ini..Asifati jiddan atas sebarang kekurangan dan kesilapan tutur kata…Ana al-faqeerah ilallah…

      Jazakumullahu khayran katsiran atas segalanya…dokongan, sokongan dan suntikan semangat…dan paling penting..ingatan antum semua pada diri ana di dalam bait-bait doa antum…may Allah reward you good…Ameen…

      Wallahu ta’ala a’laam…

      Thursday, January 18, 2007

      JOM HIJRAH....

      Suatu malam…kira-kira dalam sela masa antara solat Maghrib dan Isyak…ana mencuri sedikit masa untuk mengajarkan adik bongsu kesayangan ana, adik Uzair beberapa helaian daripada buku Iqra’ 1 –nya (he used to pronounce it as “AQRA’” when he was small)…alhamdulillah, walaupun masih belum lancar sepenuhnya, tapi ana bersyukur sebab adik Uzair dah mengenal banyak huruf dan “pick-up rate” –nya sungguh memberangsangkan…Alhamdulillah atas kurniaan nikmat tersebut pada dirinya…

      Usai belajar, ana bertanya pada dia…

      “Dah buat kerja sekolah?”

      Dia tersengih seketika…. “Hmm, maksudnya belum mula lagi la tu”….ish ish ish…adik ana ni memang agak manja dengan ana…can’t help with that…

      Lantas ana pun terus minta adik Uzair siapkan kerja sekolahnya..katanya ada ‘homework’ dari English teacher…ana hanya tersenyum padanya sambil menunggu dia dengan buku dan penselnya..

      PAGE 6:

      Colour the correct words.

      Begitulah yang tertulis pada halaman yang diminta oleh teacher adik Uzair untuk diselesaikan di rumah…bila ana tengok sepintas lalu, rupa-rupanya task tersebut ingin mengasah kefahaman murid-murid tentang konsep “Singular and Plural forms”…

      Lepas tu, adik Uzair cakap pada ana…

      “Kak Long, teacher kata kalau untuk seorang, perkataan selepasnya MESTI ada “-s”…tapi kalau untuk dua orang, MESTI tak ada “-s”….mashaAllah, petah betul adik ana ni berbicara…layaknya seperti seorang guru yang sedang mengajar di hadapan kelas….hehehe…

      “Hmm, Kak Long rasa macam betul apa yang Jay cakap tu…kalau macam tu, Jay (nama manja di rumah) buat sendiri la ye…dah pandai tu…tak perlu Kak Long ajar kan?” ana cuba bergurau…

      Terus, dia pun macam sedikit hampa…alahai, dah merajuk pulak…kang nanti susah nak pujuk…so, ana pun mulalah mengajarkan adik Uzair….(tiba-tiba kena turunkan level sedikit…bahasa yang diguna pun harusnya bahasa yang mudah difahami oleh anak-anak kecil)…huhuhu

      “Ok, tengok soalan pertama dulu ye…” ujar ana dengan suara yang lembut…

      I ……………. [cycle] [cycles] home.
      Yen wi …………… [walk] [walks] to school.

      Adik Uzair pun cuba meneka dengan berdasarkan apa yang teacher-nya dah ajar di sekolah pagi tadi…

      “I tu sorang, jadinya MESTI ada “-s”…jadinya, kena color “cycles”…”macam tu lah adik Uzair beritahu ana based on what he understood so far…

      “Hmm, Kak Long rasa tak betul tu…yang betulnya “cycle” sebab I tu memang sorang, tapi berbeza sedikit daripada yang lain…kiranya I tu kes istimewa..” ana cuba membetulkan konsep adik ana yang sedikit kurang tepat…He almost got it right, but still…there is room for improvement, I reckon….

      Adik Uzair macam tak puas hati…in fact, dia memang tak puas hati dengan jawapan ana…adeh, am I wrong? Ana mungkin agak bertegas bila nak betulkan konsepnya yang sedikit sahaja kurang tepat…otherwise, he’s ok…a fast-learner…huhuhu, a sense of regret overwhelms me….(maafkan Kak Long, ana berkata di dalam hati).

      Sebagai membuktikan ketidakpuasan hatinya, adik Uzair pun terus tanya pada Mak dan Ayah….again, dia ulang lagi jawapan yang sama…tapi of course, Mak dan Ayah membenarkan jawapan ana…then, dia tanya plak pada Nabilah (adik ana yang keempat)…Nabilah cakap, “memang betul kalau untuk sorang kena letak “-s” kat belakang perkataan yang hadir selepasnya dan kalau untuk ramai, tak boleh letak “-s”…tapi Nabilah tak beritahu jawapan untuk dua soalan di atas….

      Aduhai….baru ana tersedar…anak-anak kecil selalunya memikirkan apa yang mereka cakapkan adalah betul…flawless….kalau kita tak ikut atau tak setuju…mereka akan cuba sedaya upaya untuk buat kita akhirnya mengalah…dan selalunya mereka sangat expressive…(this is what I have learned from my youngest brother, Uzair)..

      Ingatkan dah settle..rupa-rupanya tak settle lagi…Uzair tiba-tiba menangis..mungkin sebab semua orang tak sokong dia…(terasa bersalah –lah plak pada adik Uzair…I shouldn’t have done that)…

      Then, adik Uzair cakap… “Macam ni Abang sorang je yang cakap betul…nak call Abang la…” masih lagi tak mahu mengalah….dia nak call dan tanya sendiri pada adik lelaki sulung ana, Luqman yang sedang mengikuti kursus persediaan untuk India…inshaAllah, finishing in 2008 (if Allah wants)…

      Ana sempat mencelah…. “ooo, kalau macam tu, nanti Abang dah ada di India, Jay nak call Abang la ek? Sebab nak tanya homework?”

      Adik Uzair tak menjawab….mungkin sebab dia cuba nak mengambil masa memikirkan statement ana tadi…

      Once again, have I done something not right? Susahnya nak convince-kan adik ana ni…he’s still small…baru masuk Grade 2…and I just can’t expect too high from him…sorry Jay….Kak Long salah…(nada penyesalan, tapi hanya mampu ucapkan di dalam hati)…

      **************************************************************************
      Panjang pula cerita kat atas tadi…tapi ana sebenarnya terdetik sesuatu selepas kejadian ni…macam natijah daripada apa yang berlaku antara kami semua…mungkin analogi yang ana cuba hasilkan ni kurang sesuai atau tidak relevan sama sekali…(and I do admit that I’m not really good at making analogies…)..Wallahu musta’an..

      Namun begitu, inshaAllah ana cuba untuk kaitkannya dengan sesuatu…forsure berkenaan dengan Awal Muharram yang bakal disambut kurang lebih dalam masa dua hari lagi…inshaAllahu khayr..


      Alhamdulillah atas keizinan yang Allah berikan pada ana untuk mengikuti program Minggu Penghayatan Islam (MPI) anjuran persatuan di Universiti Sains Malaysia, Kampus Kubang Kerian (USMKK)..angah yang bersungguh-sungguh mengajak ana untuk turut sama memandangkan ana masih lagi bercuti…justeru, malam Isnin yang lalu, ana berkesempatan untuk mendengar kuliah maghrib oleh Kapten Hafizfirdaus Abdullah…(subhanallah, this is my very first time to meet him in the real world….sebelum ini, ana hanya sekadar melayari laman web alfirdaus.com sahaja…unbelievable…)..anyway….BTD (back to discussion)

      Oleh kerana Kapten bakal menjadi one of the panels in the Forum Bicara Ad-Diin right after Isyak prayer….therefore, he just delivered something ‘light’ (from his own viewpoint, I guess) for Kuliah Maghrib…tajuknya menarik….”JOM HIJRAH”…dan Bukannya JOM HEBOH….well, a bit sarcastic…but no worries then….cool, isn’t it?

      Agaknya, kenapa ana cuba kaitkan topic ini dengan peristiwa yang berlaku di rumah ana seperti di atas? Any thoughts? Afwan katsiran kalau entry ana kali ni agak “comot”…mungkin sejak pulang, ana kurang menulis dan akhirnya bahasa pun bertukar…tapi inshaAllah, gaya penulisan ana masih lagi sama…Cuma ana mengharapkan apa yang ditulis ini bakal bermanfaat walaupun sedikit buat tatapan sahabat-sahabat ana yang amat dikasihi fillah….mudah-mudahan…i’ll try my very best then….

      InshaAllah, suka ana kongsikan serba-sedikit ilmu yang disampaikan oleh Kapten Hafizfirdaus pada waktu tersebut….selalunya, Hari Kebesaran Awal Muharram menjanjikan kita untuk mengingati semula peristiwa bersejarah yang berlaku ke atas Rasulullah SAW dan umat Muslimin suatu masa dahulu….,i.e. penghijrahan dari Kota Mekah ke Kota Madinah…tapi, kali ini Kapten mengajak sidang hadirin untuk melakukan “hijrah pemikiran”…menurut beliau, ini adalah sesuatu yang amat penting dan “hijrah pemikiran” ini mempunyai tiga bentuk….

      • Hijrah dari pemikiran yang tertutup kepada yang lebih terbuka.

        Lanjut beliau, kita tidak sewajarnya cepat menolak seandainya kita dikhabarkan dengan sesuatu yang tidak pernah kita dengari sebelum ini…teringat ana pada pesanan hikmah dari seorang ukhti fillah untuk ana dan teman-teman seperjuangan….. ‘jangan cepat melatah’…inshaAllah, ana secara peribadi bersetuju dengan bentuk hijrah yang pertama ini….umat Islam seharusnya keluar dari “kepompong lama” dan melihat dunia baru yang menjanjikan pelbagai bentuk cabaran dan dugaan….tambah lagi, musuh-musuh Islam sekarang ini lebih senang untuk menewaskan kita dengan serangan pemikiran….jangan biarkan sejarah hitam lama berulang kembali…sebaliknya, biarlah kita mencipta sejarah kegemilangan kembali….(semoga Allah membantu kita untuk menegakkan kembali agamaNya di muka bumi ini). Amin

      • Hijrah dari pemikiran se-meter kepada beberapa kilometer, i.e. far-minded-person.

        Untuk hijrah bentuk kedua ini, Kapten menyeru sidang hadirin untuk berfikir jauh ke hadapan sebelum membuat sesuatu keputusan…kata beliau, kita kena lebih banyak menganalisa sebelum bertindak…sort of saying “Think before we act”…Beliau membawakan contoh isu Boicot Israel yang mendapat tempat di hati masyarakat Muslim di Malaysia suatu ketika dulu, gara-gara kasus Karikatur Nabi Muhammad SAW yang disiarkan di Denmark. Menurutnya, kalaupun kita marah atau membenci ketidakwajaran sikap yang mereka tunjukkan, namun janganlah sampai kita bersikap tidak adil pada mereka…bayangkan apa kesannya ke atas orang lain sekiranya kita memperluaskan isu boicot ini? Kerana hujah beliau, ternyata lebih ramai orang Melayu yang Islam yang menjadi staff di KFC, Mc Donald, etc etc…kalau isu boicot diteruskan, di mana lagi mata pencarian yang tersedia buat mereka ini? …again, he was saying this on the basis of this one verse in the Quran:

        “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan kerana Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Kerana (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan..” [QS5:8]

        Beliau meneruskan lagi dengan mengemukakan satu lagi ayat yang menjadi asas kepada pendapat beliau di atas:

        “Dan janganlah kamu memaki sembahan yang mereka sembah selain Allah, kerana mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan…” [QS6:108]

      At first, it was a bit convincing to me..sehinggalah ada seorang brother bertanya… “Tapikan Kapten, ianya (i.e. Boikot Israel) telah dikeluarkan oleh Dr Yusuf Al-Qaradhawi…mufti terkemuka di abad ini…bukankah ianya sesuatu yang telah disepakati bersama?...mashaAllah, soalan yang cukup mantap, I would say..

      Then, Kapten menjawab… “kita harus melihat tempat dan suasana yang dialami oleh mereka…mungkin tindakan ini dikira bertepatan dengan situasi yang melanda masyarakat Muslim di Europe…” katanya dengan nada yang biasa…

      Ana tak fikir untuk meneruskan perbahasan ini…ana tinggalkan ia untuk antum berfikir sejenak…surely, I have my own firm stand pertaining this issue (inshaAllah) and again, this is just his (i.e. Kapten) own point of view…and he has his own arguments regarding this matter….inshaAllah, kita saling menghormati pendirian seseorang itu selagi mana tidak melanggar batas-batas syar’ie…khayr, inshaAllah…

      Untuk bentuk yang ketiga, asifati jiddan…I think I have missed out that point…ni akibat daripada kami (ana, angah dan sahabat baik ana, Ukhti Kuin) yang membuka topic perbincangan sesama sendiri selepas Kapten membuka isu Boikot…kami bukannya tak mahu memberikan perhatian, Cuma ingin memperjelaskan kekeliruan yang mungkin timbul di hati kami…apapun, manusia itu bukannya maksum sepertimana Rasulullah….setiap kata-kata yang keluar daripada manusia bisa sahaja diterima atau ditolak…ambil yang baik dan buang yang buruk…inshaAllah, selamat….

      To make it short, ana terfikir yang kejadian di rumah tadi boleh dikaitkan dengan bentuk hijrah pemikiran yang pertama…kan susah untuk adik bongsu kesayangan ana menerima kenyataan yang jawapannya salah dan jawapan ana betul…sebabnya, dia dah ada satu mind-set sebelum dia mendengarkan penerangan daripada ana…whatever it is, ana tidak menyalahkan dia ..mungkin ana yang cuba menjelaskan sesuatu yang ‘baru’ pada adik Uzair tidak begitu berhikmah sehinggakan dia betul-betul tidak dapat menerimanya dengan hati yang lapang…wallahu a’laam (something to ponder over)…inshaAllah, semoga ianya memberi ‘ibroh yang penuh makna buat semua…. – the end –
















      Thursday, January 04, 2007

      Sisi-sisi kecil kehidupan…




      Kasus (Case): Dalam perjalanan ana ke pekan Brunswick menaiki bas, tiba-tiba terlihat seorang lelaki (an English man) yang kedua-dua matanya buta dengan dibantu oleh sebatang tongkat membawa anak lelakinya yang ana kira berusia 4 tahun. Alhamdulillah, anaknya normal…matanya sempurna dan dia boleh lagi tersipu-sipu malu apabila ana memerhatikan gelagatnya (sebab ana memang suka sangat dengan anak-anak kecil)…masa nak naik bas tu, anak lelakinya masuk dulu…kemudian barulah bapanya dengan perlahan-lahan menghampiri pemandu bas untuk membelikan tiket buat mereka berdua. MashaAllah, bersusah-payah si bapa meraba-raba wang syilingnya di dalam dompet…tapi sedihnya si pemandu bas dengan nada yang agak meninggi seolah-olah memarahi lelaki tadi kerana terlampau lama untuk membayar tiket. Ya Allah, saat itu, ana terasa sedikit kesal dengan ketidakwajaran sikap si pemandu (yang umurnya telah agak lanjut, tapi masih diizinkan untuk memandu bas)…kenapalah begitu susah untuk pemandu bas tersebut bersabar sedikit sahaja lagi?…(nada retoris)

      Usai membayarkan tiket, si bapa dengan penuh berhati-hati mencari-cari tempat duduk di dalam bas tersebut. Ditakdirkan Allah, waktu itu ana dan seorang kakak senior duduk berhampiran dengan disable seating yang memang senantiasa tersedia untuk mereka yang kurang upaya…terus, si bapa tadi yang setia dengan tongkatnya menghampiri tempat duduk tersebut…tapi almost dia nak terduduk di seat ana (mungkin disangkakannya itulah tempat yang disediakan untuknya)…ana terkejut seketika dan seakan mengelak kerana ana khuatir dia terduduk di atas ana….huhuhu…tapi syukurlah ada seorang penumpang lagi yang membantu si bapa tadi..Allahu a’laam, ana tak tahu kenapa ana kelu tak terkata sewaktu kejadian itu…bukan tak mahu menolong..Cuma waktu itu memang ana termenung sejenak…merenung jauh nasib mereka dua beranak…

      Saat dan ketika itu, ana terfikirkan nasib si anak kecil yang bakal meningkat dewasa di bawah jagaan seorang bapa yang hilang satu nikmat dunia, i.e. nikmat penglihatan…si bapa pula bakal menghampiri usia tua dan mungkin satu tahap akan bergantung pada si anak kecilnya itu untuk menguruskan dirinya…bermacam-macam persoalan timbul di benak ana pada waktu itu sampaikan ana hampir terlajak untuk ke destinasi kami…subhanallah…jauh ana mengelamun…tapi ana harap ianya bukan anganan kosong buat mengisi masa perjalanan….ampunan Allah ana pohonkan sekiranya ia sesuatu yang sia-sia..semoga dijauhkan oleh Allah…Ameen

      Ana tak tahu kenapa kasus ini bermain-main di fikiran ana…seakan ianya memberi satu tazkirah cukup bermakna buat bekalan hidup ana…mungkin ada ‘ibroh (pengajaran) yang berguna untuk ana hayati…Wallahu a’laam…cumanya, ana mengagumi sikap si bapa yang tidak pernah kenal erti putus asa dan hilang harapan walaupun dia menyedari yang hidupnya tanpa sepasang mata bakal menyusahkan orang lain….termasuklah anaknya yang masih lagi tidak mengerti akan perihal dunia ini…ternyata, kalau diikutkan usia anak kecil itu…perjalanannya masih jauh dan panjang…banyak perkara yang harus ditempuhinya…everything can happen..but it’s totally unpredictable…pengetahuan itu tetap hak Allah yang abadi…kecualilah Allah mengizinkan hambaNya to look beyond that…kita hanya mampu mengharapkan yang terbaik dari Allah selama kita masih bernafas di atas bumiNya yang semakin tua ini…

      Kasus pendek ini mengingatkan ana tentang satu kisah yang ana pernah baca…barangkali ianya hanya dapat difahami oleh diri ana sendiri..yang cuba untuk menghubungkaitkan kasus di atas dengan kisah ini…tapi buat sahabat-sahabat yang ana kasihi fillah sekelian, semoga antum bisa mendapatkan mesejnya walaupun sedikit, kerana memang tidak banyak orang yang tertarik untuk menyingkap sisi-sisi kecil dari kehidupan..tidak banyak yang mahu menyelami bahagian-bahagian yang tersembunyi dari perjalanan hidup kita. Selalunya kita lebih banyak melewati hal-hal yang sederhana dengan melupakan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya…dan seringkali juga kita terlalu disibukkan dengan hal-hal yang besar lantas hal-hal yang kecil jadi terabai….(again, nada retoris)

      Kisah ini bertajuk “Daun”…mashaAllah, menarik sungguh ceritera pendek ini….ringkas, padat, mantap…moga bermanfaat…

      “Seorang pemuda duduk sendiri di sebuah taman. Di pangkuannya terhampar sebuah buku yang masih terbuka. Di sebelah kanannya, sisa makanan berhimpit dengan botol minuman. Hari itu adalah awal musim gugur di tahun ini. Tak hairanlah banyak sekali daun berjatuhan. Terserak. Begitu juga di bangku tempat pemuda itu duduk.

      Sang pemuda masih menikmati petang itu dengan membaca. Tangannya membelek-belek halaman buku. Setiap kali selesai membaca beberapa paragraph, matanya tak lepas dari urutan kata dalam buku. Menelusuri setiap kalimat yang tersusun di sana. Tiada rasa terganggu dengan daun-daun yang sesekali jatuh menimpanya. Sementara di kejauhan, ada beberapa anak kecil berlari. Mereka bermain, menikmati matahari petang yang indah itu.

      Srekkk…srekkk..terdengar langkah. Pemuda itu menoleh. Srekk..srekk…srekk. terdengar lagi langkah kaki bergesekan dengan daun-daun. Seorang ibu tua sedang memunguti daun-daun. Tangan kirinya menggenggam kantung kain. Isinya daun-daun kering.

      Pemuda itu terpegun kehairanan.
      “Apa yang ibu sedang lakukan?”
      “Aku sedang mengumpulkan daun,” ujar si ibu tua.

      Mata tuanya terus menjelajah, mengamati hamparan daun di taman itu.

      “Aku sedang mencari daun-daun terbaik untuk kujalin menjadi mainan buat anak-anak di sana.”

      Satu dua daun dimasukkan ke kantung kain. Pemuda itu beringsut. Buku di depannya diletakkan. Ia kembali bertanya, “Sejak bila ibu melakukannya?”

      “Setiap musim gugur aku lakukan ini untuk anak-anak. Akan kubuatkan selempang dan mahkota daun buat mereka. Jika aku dapat banyak daun, akan kubuatkan pula selubung-selubung ikat pinggang. Ah, mereka pasti senang.” Mata tua itu berbinar. Selendang di lehernya berjuntai di bahu. Tangannya kembali memasukkan beberapa daun.

      Tapi, Bu, sampai bila ibu akan berterusan begini? Anak-anak itu pasti akan membuat semuanya rosak setiap kali mereka selesai bermain. Lagipun, terlalu banyak daun yang ada di sini. Ini musim gugur, daun itu akan terus jatuh laksana hujan,” tanya si pemuda itu lagi. “Apakah ibu tidak pernah berfikir untuk berhenti?”

      “Berhenti? Berfikir untuk berhenti? Memang, anak-anak itu akan selalu merosakkan setiap rangkaian daun yang kubuat. Mereka juga akan selalu membuat mahkota daunku kayak. Selempang daunku juga akan putus setiap kali mereka selesai bermain. Tapi, itu semua tidak akan membuatku berhenti.” Ibu tua itu menarik nafas. Selendang di lehernya makin dipererat.

      “Masih ada ribuan daun yang harus kupungut di sini. Masih ada beberapa kelok jalan lagi yang harus kutempuh. Waktuku mungkin tak cukup untuk mengambil semua daun di sini. Tapi, aku takkan berhenti.”

      “Akankah aku berhenti dari kebahagiaan yang telah kutemukan? Akankah aku berhenti memandang kegembiraan dan binar-binar mata anak-anak itu? Akankah aku menyerah dari kedamaian yang telah aku rasakan setiap musim gugur itu?” tanyanya retoris.

      “Tidak, Nak! Aku tidak akan berhenti berusaha untuk kebahagiaan itu. Aku tidak akan berhenti hanya kerana koyaknya mahkota daun atau ribuan daun lain yang harus kupungut.”

      Tangan tua itu kembali meraih sepotong daun. Lalu dengan suara perlahan, ia berbisik, “Ingat Nak, jangan berhenti. Jangan pernah berhenti untuk berusaha.” Larik-larik senja telah muncul, menerobos sela-sela pohon, membentuk sinar-sinar panjang, dan berpendar pada tubuh ibu tua itu.

      Teman, adakah kita pernah merasa ingin berhenti dari hidup ini? Adakah kita pernah merasa gagal? Adakah kita berfikir untuk tidak melanjutkan impian-impian kita? Ana percaya, ada banyak daripada kita yang pernah mengalaminya. Ada banyak daripada kita yang mungkin berfikir untuk menyerah kerana begitu banyaknya tentangan yang kita hadapi.

      Namun, apakah kita harus berhenti berusaha ketika melihat “mahkota-mahkota daun” impian kita koyak? Haruskah kita berhenti saat “selempang daun” harapan yang kita sandang putus? Akankah kita menyerah saat “rangkaian daun” kebahagiaan kita tak berbentuk? Ana percaya, ada banyak pilihan untuk itu. Beragam pilihan akan muncul di kepala kita saat kenyataan pahit ada di depan kita.

      Lalu, akankah kita surut melangkah, saat kita melihat ada ribuan “daun tentangan” yang harus kita pungut? Akankah kaki kita menyerah ketika kita bertemu dengan hamparan “daun ujian” di depan kita? Barangkali kita harus ingat perkataan ibu tua tadi. “Jangan pernah berhenti untuk berusaha. Jangan pernah menyerah untuk kebahagiaan yang akan kita raih.”

      Sahabat, ibu tua itu benar. Kita mungkin takkan bisa meraih semua daun-daun kebahagiaan itu. Mahkota, selempang dan selubung ikat pinggang daun itu akan kayak. Tapi, janganlah itu membuat kita berhenti melangkah. Masih ada berjuta daun-daun harapan lain yang masih dapat kita pungut. Di depan sana, masih terhampar berjuta daun impian lain yang memberikan kita beragam pilihan. Mungkin jalan di depan kita masih berkelok, masih panjang, namun daun-daun itu ada di sana. Berjuta daun kebahagiaan lain masih menunggu untuk kita rajut, jalin, anyam, dan susun. Jangan menyerah. Jangan pernah menyerah, kerana Allah selalu bersama hambaNya yang sabar…”


      Wallahu ta’ala a’laam…