Sunday, August 31, 2008

Khutbah Rasulullah SAW Ketika Menyambut Ramadhan...

Nasihat ini disampaikan oleh Baginda SAW saat berakhirnya bulan Sya’ban dan menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Wahai manusia !
Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi ALLAH.
Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya. Dibulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan do’a-do’amu diijabahi.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia, anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo’a pada waktu solatmu kerana itulah saat-saat yag paling utama ketika Allah Azza Wajalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia !
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai kerana amal-amalanmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat kerana beban(dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah !
Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahawa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang solat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka, pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-‘Alamin.

Wahai Manusia !
Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Kemudian Sahabat-sahabat bertanya :
Ya Rasulullah ! tidakkah kami semua mampu berbuat demikian ?
Rasulullah meneruskan : jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia !
Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini dia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa yan memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa yang menyambungkan tali persaudaraan atau silaturahim di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa yang melakukan solat sunnat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan solat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 solat fardhu di bulan yang lain.

Barangsiapa yang memperbanyak selawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan-Nya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia !
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupnya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelengu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul mukminin berkata : aku berdiri dan berkata : “Ya Rasulullah ! apa amal yang paling utama di bulan ini ?
Jawab Rasulullah, “ Ya Abal Hasan ! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”.
(Hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Baihaqi dalam buku Nahzul Balaghoh).

==========================

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh kerana itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:

1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)


2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)


3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)


4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)


5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)


6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)


7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-­dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)


8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)


9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)


10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)

Sunday, August 24, 2008

Cetusan rasa I

Bismillahirrahmaanirraheem…

Salamun’alaikum wbt pembuka kalam bicara…mashaAllah, rasanya dah begitu lama ana tak mengetip di blog ini…pernah sebelum ini ada sahabat-sahabat yang bertanya kenapa blog ana menyepi begitu lama? Paling mudah, mereka meneka alasannya adalah kesibukan yang melanda sehingga tak berkesempatan untuk menulis di sini….la quwwata illa biLLAH….ana dengan penuh rasa rendah hati memohon rimbunan kemaafan atas keterbatasan diri…semoga masih ada keizinan daripada Allah untuk ana meninggalkan pesanan buat diri sendiri (paling tidak) dan juga buat tatapan sahabat-sahabat yang sentiasa dalam iringan doa ana, inshaAllah.

Untuk entry kali ini, to be frank…ana tiada tajuk yang khusus…sebenarnya, amat banyak yang ingin dikongsikan buat bekalan diri sendiri mahupun sesiapa sahaja andai kata pengalaman yang kita timba hampir sama atau persis…Allahu a’laam…it’s just too hard to even start a paragraph….mungkin sebab sebelum ini ana menumpukan sepenuh usaha dan tenaga untuk tugasan kuliah di UQ yang telah mengurangkan kemampuan ana untuk menulis sesuatu yang “di luar” daripada bidang ana….(supposedly, this shouldn’t be the case, but unfortunately…I just feel it that way…huhuh). Justeru, asifati jiddan andai tulisan kali ini bakal menjadi satu coretan yang “comot”…namun, kerana ingin berkongsi dengan harapan dapat menjadi iktibar buat semua, ana usahakan sekadar kemampuan dan seizinNYA…inshaAllah.

Sedar tak sedar, dah hampir sebulan ana di tempat “lama tapi baru”, di bumi Queensland yang juga dikenali dengan nama The Sunshine State...subhanallah, sukar untuk ana percaya akan hakikat ini...rupa-rupanya ana sememangnya tidak mampu akur dengan last statement ana sewaktu masih di bumi Melbourne lebih kurang 10 bulan yang lalu... “Sorry, but I’m going back for good to Malaysia and this is gonna be my last time in Australia” [kenyataan ini ana sampaikan kepada beberapa orang dalam keadaan ana sangat ‘firm’ dan nekad…tapi akhirnya, ana pulang kembali ke bumi Australia, cuma berlainan State tetapi dengan tujuan yang sama, inshaAllah]….Yang ana belajar daripada kejadian ini adalah kita sememangnya tidak tahu akan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah buat diri kita mahupun orang-orang yang dekat dengan kita….TADBIR tidak akan pernah mampu mengatasi TAKDIR! We just have to constantly believe that because Allah knows everything and His way is always the best! Allahu ta’ala a’laam…I’ll leave it there, as always….it’s something to ponder upon.

MashaAllah, selama 7 bulan ana di bumi Malaysia (sekembalinya daripada kembara ilmu ana di Monash University untuk 3 tahun)…banyak ujian yang ditimpakan, di samping pelbagai nikmat kurniaan dari Allah yang ana kira cukup membuatkan ana berfikir sejenak akan cantik dan indahnya perencanaanNYA….Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah….Terima kasih Allah kerana peduli…tiada ungkapan yang mampu menggantikan kalimah syukur padaNYA di sebalik apa yang telah ditentukan buat diri yang hina lagi faqir ini…inshaAllah, ana terima segala yang terjadi sebagai tarbiyah yang terus dari Allah…untuk menjadikan diri ini lebih bergantung harap padaNYA dan sebagai bukti kasih sayangNYA yang tak pernah pudar atau berkurang….Subhanallah, kerana keyakinan bahawa Allah itu Maha Adil…Allah itu Maha Mengetahui…Allah jua yang Maha Berkuasa….kerana itulah diri ini masih lagi mampu bertahan walaupun dihujani dengan bermacam cabaran hidup….Mungkin agak keterlaluan sekiranya ana mengatakan bahawa siri-siri ujian yang telah ana lalui sekembalinya ana di Malaysia adalah yang paling berat berbanding makhlukNYA yang lain…tapi yang mengalaminya lebih tahu…wallahu a’laam....Benarlah, ujian itu mematangkan…dugaan itu menguatkan hati kita untuk meneruskan kehidupan…takkan terasa kemanisan hidup andai tak dilambung gelora…in every cloud, there is always a silver lining...pesan pada diri…anggaplah ujian itu sebagai tetamu…yang datang bersinggah seketika dan bakal pulang pergi…inshaAllah, kemanisan di hujungnya amatlah terasa seandai diri pasrah, sabar dan redha dalam menghadapi saat-saat sukar…Allah tidak akan pernah memberatkan sesiapapun dari kalangan hamba-hambaNYA melainkan apa yang terdaya olehnya….jangan pernah ragu akan janji Allah dalam firmanNYA ini…inshaAllah, mudah-mudahan.

Nota ringkas buat insan bernama Siti Yusrina Nadihah Binti Jamaludin:

  • “Sesuatu yang diimpikan tak selalu menjadi kenyataan. Tetapi apa yang tak diduga seringkali berlaku dengan tiba-tiba. Biarlah kita menangis hari ini kerana kesakitan semalam. Tapi usah kita ketawa memanjang kerana kemenangan yang belum pasti untuk selamanya. Tiada ‘abid (hamba) yang maksum tanpa dosa. Apalagi bila berjiwa muda. Namun kegagalan bukanlah mengajar erti kekalahan...tetapi mengingatkan tentang kemenangan yang masih tertunda. Mungkin hari ini kita kuat dan selesa..tapi tak mustahil esok kita pula rebah tak berdaya...Salam mujahadah...kuatkan hati wahai pejuang Allah.” [Amirah Khairunnisa]
  • “Teruskan perjuangan...pikullah kewajipan seorang muslimah dan saintis muslim dengan penuh amanah dan ikhlas. Ingat, kewajipan kita melebihi masa. Kami doakan kejayaan dan keselamatan Along. Siru ‘ala bibarokatillah. Tiada apa yang boleh kami bantu buat masa ini, hanya Doa.” [Dr Mohd Kamil & Dr Nor Azizah]
  • “Derita perjuangan bukan satu bebanan tetapi satu latihan...gundah perjuangan bukan satu ancaman tetapi satu didikan...mehnah perjuangan bukan satu kegusaran tetapi satu kekuatan...walau perit mana perjuangan, sesukar manapun perjalanan...kita pejuang, tabahkan hati...kita mujahid, kuatkan diri...kukuhkan tekad, mara dalam perjuangan Islam dan dalam mencari ilmu.” [Aqilah Izzati]
  • “May Allah always bless you and make life easier all the time for the benefit of the ummah.” [Abi Latiff]






Jazakumullahu khayran katsiran buat semua yang tak pernah jemu mengirimkan doa dari kejauhan serta suntikan semangat buat bekalan sebuah perjalanan meniti kembara ilmu…moga Allah memberikan ganjaran yang lebih baik buat kalian…Amin, Ya Rabb!

Wallahu ta’ala a’laam…

Indooroopilly, 1702hr

Saturday, August 23, 2008

The Ramadan Knights

Salamun'alaykum wbt to my dear brothers and sisters in Faith....may this reach you in the highest state of Eemaan and health...inshaAllah...Ameen...

Just a piece of information especially to my 'old' Melburnian friends....please have a read through on the brochures here....This is a not-to-miss fiqh course and I would strongly recommend you guys to attend it if you are available at that specified time....InshaAllah, may Allah reward you all good...Ameen...Ajma'ieen...






*** Brother Aslam is quite well-known to the Queenslanders as he usually conducts Fiqh classes and Riyadhus Soliheen lessons at the University of Queensland.

Wallahu ta'ala a'laam....Jazakumullahu khayran katsiran (",)

Thursday, May 22, 2008

"Kamu Sudah Tahu, Maka Komitmenlah..."


Nota: Tulisan ini dimuatkan di sini setelah melayari website kegemaran, i.e. dakwatuna.com

MashaAllah, ana kira artikel ini sarat dengan nasihat penuh makna untuk muhasabah diri ana...Jutaan penghargaan serta jazakumullahu khayran katsiran buat penulis di ruangan "Tazkiyatun Nafs" dari team dakwatuna....semoga dapat dimanfaatkan oleh sahabat-sahabat yang ana kasihi fillah sekelian...inshaAllahu khayr :)


P/s: Penulis blog memohon izin untuk "Off" seketika daripada mengetip di sini...berikan laluan untuk menjadikan sepi sebagai teman....juga buat pencarian himmah....Allahu ta'ala a'laam...Shukran jazilan bagi yang tak jemu mengunjung...Moga Allah memberkati kalian, amin! (",)

Oleh: Ibnu Jarir, Lc

Kamu Sudah Tahu, Maka Komitmenlah


dakwatuna.com - Segala puji hanya bagi-MU ya Allah, kepada-MU segala yang ada di langit dan di bumi bertasbih dengan tidak mengenal lelah, jenuh, dan jemu, Maha Suci Engkau Ya Allah, Engkaulah yang mensucikan hati-hati hamba-Mu sesuai dengan kehendak-MU.

Wahai diriku…

Mari coba tatap dalam-dalam dan bertanyalah siapa kamu ?. Maka di sana akan terlihat seluruh kelemahan yang ada, balil insanu ‘ala nafsihi bashiroh.

Diriku…. bercermin kepada seorang sahabat, handzolah bin robi’ al usaidi ra. salah satu penulis wahyu, dengan segala kesadaran dirinya beliau mengatakan”Nafaqo handzolah” telah munafik Handzolah.

Diriku, apa yang terjadi pada diri Handzolah? Sampai-sampai ia menegur dirinya seperti itu? Padahal beliau sangat dekat dengan Rasullullah, jawabnya, tak lain adalah: kejujuran diri. Handzolah merasa iman yang dimilikinya terasa kuat ketika berada di dekat Rasulullah saw, seakan ia menatap surga dan neraka dengan kedua matanya, namun ketika ia kembali sibuk dengan keluarganya, dengan aktivitas duniawinya, ia merasakan kondisi dirinya sangat berubah.

Diriku.. dengan kata apa kau harus mengungkapkan konsdisimu? Seperti ungkapan handzolah kah? Atau lebih dari itu? Atau lebih buruk ? ya Allah ampunilah hambamu ini.

Wahai diriku….

Bukankah kamu juga telah mengenal siapa dirimu? Yang lebih banyak sibuk dengan dunia? Diri yang lemah dalam beribadah, diri yang merasa berat berkorban untuk taat? Diri yang banyak bicara sedikit kerja? Lalu apakah kamu masih terus melakukan itu, padahal Allah swt. telah menegurmu”Arodlitum bil hayatiddunya minal akhirat ? apakah kalian lebih cinta dunia dibanding akhirat ? Astagfirullah.

Diriku, jika kamu telah tahu segala kekuatan dan kelemahanmu, lalu apa yang akan kau lakukan? Memperbaikinya..? atau sebaliknya ?.

Bercerminlah wahai diriku kepada sahabat Huzaifah ra kala menjawab pertanyaan Rasul saw., Bagaimana kondisimu hari ini wahai Hudzaifah? dengan percaya diri ia menjawab”Alhamdulillah Ya rasul, saat ini aku menjadi seorang mu’min yang kuat iman, Rasul saw. bertanya kembali: “Hai Huzaifah sungguh segala sesuatu itu ada buktinya, maka apa bukti dari pernyataanmu itu? Jawab Huzaifah ra:” Ya Rasul; Tidak suatu pagi pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk sampai pada sore hari, dan tiada sore pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk hidup sampai pagi hari, melainkan aku melihat dengan jelas di depan mataku surga yang penduduknya bercanda ria menikmati keindahannya, dan aku melihat neraka dengan penghuninya yang berteriak menjerit histeris merasakan dasyatnya siksa.

Diriku….

Adakah kau merindukan surga sehingga gelora semangatmu membahana memenuhi ruas pori-pori jiwamu, tergerak seluruh kesadaranmu untuk bermujahadah dan berjihad meraih ridho-Nya? dan apakah kamu takut dan miris akan dasyatnya siksa neraka? Sehingga tak satupun sel tubuh ini kecuali berupaya terlindungi dari sengatannya pada hari pembalasan nanti?

Diriku…

Jika kamu telah mengetahui segala kelemahan yang ada , lalu kamu tidak segara menanggulanginya, maka ketahuilah kamu termasuk orang-orang yang merugi, begitu pula ketika kamu telah mengetahui kekuatanmu dan kamu tidak bisa mempertahankannya, maka kamu pun termasuk orang yang merugi.

Karena itu…

Perbaiki, jaga dan tumbuh suburkan kekuatan itu, agar amal shaleh, ketaatan dan da’wah tetap terjaga.

Dengarlah, tatkala Rasul saw. mendengar jawaban Huzaifah ra, Beliau saw. lalu mengatakan: “Arofta falzam, Anda sudah tahu, maka komitmenlah dengan apa yang anda tahu.” Wallahu’alam





Monday, May 12, 2008

Trailer Film: Sang Murobbi




Sedutan Trailer : Film Sang Murabbi

(Translasi oleh Akhi Qannas...Jazakumullahu khayran katsiran atas usaha-meskipun ada sedikit ralat...no worries...Great job, anyway!)

----------------------------------------------------------------

La yas tawi As habunnar wa ashabul jannah..

"Saya ingatkan ketika awal masa muassasi dimulai. Ingat, Qolallah wa Qolarrasul. Kembali pada asolah. Komitmennya itu harus dibangun di atas dasar kepada keaslian."

-----------------------------------------------------------------------

"Kalau tidak mahu jadi pegawai pemmret, lu mau jadi apa sih?"

"Rahmat ngajar ajar bu."

"Nggak lepas omongan dari dulu. Sampai sekarang pingin jadi guru aja. Ngak pingin jadi org berharta?"

"Guru itu justru hartanya banyak, Ngasi ilmu aja kerjanya."

"Ya udah, Jadi guru juga ngak apa2 sih. Bagus. Salah-satu, jangan korupsi."

-----------------------------------------------------------------

"Abi mintak maaf ya neng. Akhir-akhir ini abi sibuk bangat. jadi ngak sempat mau keluar sama kamu dan anak-anak,
neng."

"Ya,udah jadi risiko bi. Jadi isteri anggota DPR"

"Kamu senang abi jadi anggota DPR?"

"Ya saja. Tapi ummi lebih senang jadi isteri abi yg dulu."

"Kenapa?"

"Tu, rambut pada putih semua. Fikirkan negara ya?"

"Ada yg lebih berat, neng. Fikirin ummat."

--------------------------------------------------------------------------

"Saya faham. Kita memulai merintis dari awal. dari tidak punya apa-apa dan ketika perlahan-lahan kehidupan membaik.
Alhamdulillah. Tetapi saya lihat, banyak di antara pemimpin ummat ini lupa, ustaz. Apa gerangan yang membuat dunia ini menjadi lebih menarik daripada dakwah itu sendiri? Dan kita sudah lihat itu. Apakah ini, ini yg dikehendaki oleh perjuangan kita selama ini? Dengan
pengorbanan kami para ibu di belakang. Saya yakin bukan untuk itu ustaz. Pedih hati, ustaz, melihat iman kita ini dipertaruhkan itu
dikalahkan hanya oleh jabatan dan harta ustaz."

----------------------------------------------------------------

"Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Wang yg abi kasi udah abis."

"Kalau wang udah abis, kita mintak aja lagi sama
Allah."

"Kan Allah kasinya lewat abi. Jadi saya mintanya sama abi."

"Ihihih.. kalau wang sudah abis,neng, itu bererti rezeki udah dtg lagi. Ayuh sumur aja. kalau sumur udah kering, bererti ujan udah mau datang."

"Abi lagi ngak punya wang ya?"

Mengenang Syaikh Tarbiyyah


Ustadz Rahmat Abdullah

1953-2005

Mencari spirit yg hilang...


(Izzatul Islam—Sang Murabbi)

~Jazakumullahu khayran katsiran kepada Akhi Nu'aym kerana sudi share mp3 ini...semoga bermanfaat buat semua, inshaAllah~

Download mp3 Sang Murabbi di sini

Thursday, May 08, 2008

Prasyarat kejayaan...

Salamun’alaikum wbt....inshaAllah, entry kali ini adalah sebagai menunaikan janji ana untuk satu perkongsian buat tatapan sahabat-sahabat ana sekalian. Asifati jiddan atas kelewatan. It indeed takes time for me to start writing on this matter, as compared to my other previous entries...wallahu musta’an. Semoga ada khayr-nya untuk ini. Amin.

3rd April 2008:

Sebaik sahaja selesai berurusan di kota Kuala Lumpur petangnya, malam hari yang sama ana dihantar oleh cousin ana ke Hentian Putra (HP) untuk berangkat pulang. Waktu berlepas 9.30 malam jelas di-print di tiket bas yang ana simpan beberapa hari sebelum ini. Alhamdulillah, tepat jam 9.30 malam, bas mula bergerak meninggalkan kekalutan dan hiruk-pikuk suasana di HP menuju ke Kelantan. Kali ini, ana memilih untuk membeli tiket terus ke Pasir Mas, bukan ke Kota Bharu seperti yang selalu dibuat sebelum ini. Kalau dibandingkan harga, memang lebih murah kalau turun di Kota Bharu...tetapi memikirkan soal keselamatan (since ana terpaksa travel bersendirian kali ini dan juga waktu ketibaan yang dijangkakan sebelum masuknya azan Subuh) membuatkan ana memilih untuk beli ‘direct ticket’ to Pasir Mas – tempat kediaman tetap ana sehingga sekarang.

Perjalanan menaiki bas adalah satu perkara yang biasa dan tidak begitu menyeronokkan, lebih-lebih lagi kalau bersendirian (despite kadang-kadang ada bus driver yang memasang apa-apa CD yang menarik untuk ditonton sepanjang perjalanan). Ditakdirkan, seat ana agak ke depan kali ini, tapi masih ada rasa risau bila memikirkan siapa yang memegang tiket seat sebelah ana? Huhuhuh...yang mampu ana buat adalah berdoa dan berharap agar perjalanan ini dilindungi dan diberkatiNYA...selamat tiba di destinasi tujuan...inshaAllah.

Sewaktu berlepas dari HP, ternyata tiada penumpang di sebelah seat ana. Alhamdulillah, jauh di sudut hati, ana berharap agar pemegang tiket tersebut sudah membatalkan niatnya atas urusan lain...(memandangkan memang bas kali ini fully-booked; menurut kata staf kaunter tiket HP). Huhuhu, rasanya kurang elok andai ana berfikir sedemikian...tapi harapnya kalau pun penumpangnya ada, biarlah seorang wanita atau yang lebih berusia dari ana. Allahu a’laam. (Seketika ana terdetik, what if Malaysia can implement a system in which we can choose whose person is going to sit next to us in the bus (particularly when traveling alone), i.e. in terms of gender? Sounds like weird, but I suppose that is somewhat necessary! Huhuhu, may it become true in the future, Ameen!)

Sepanjang perjalanan, ana memilih untuk membaca novel yang ana bawa bersama sewaktu bertolak ke KL sebelum ini. Mujurlah ana dapat seat berdekatan window, at least dapat juga meminjam cahaya-cahaya lampu di luar sana untuk membantu ana membaca (mashaAllah, dugaan juga nak membaca gara-gara lampu membaca di seat ana rosak)....unfortunately...Membaca novel itu hanyalah buat peneman diri sebelum terlena. Al-maklum, sebelum itu ana dah peningkan kepala dengan membaca bahan-bahan university yang agak ‘heavy’ bagi persediaan untuk temuduga....justeru, novel yang sedikit ‘ringan’ dapat merehatkan minda ana yang ternyata kepenatan. Allahu a’laam...mungkin cara ana berbeza dengan orang lain...tapi itulah cara ana. Noktah!

Sebaik sahaja bas yang ana naiki berhenti di Greenwood untuk mengambil penumpang lain, tiba-tiba ada orang menegur ana. Ini seat number ** (afwan, ana tak ingat seat number waktu itu). Pembacaan ana terhenti seketika kerana terkejut dengan sapaan seseorang. ‘Betul,’ jawab ana ringkas.

Penumpang tadi pun mengambil tempatnya….so, ditakdirkan Allah…kali ini memang ada penumpang di sebelah ana….huhuhu…tak mengapa, inshaAllah…everything will be ok (Tak tahu kenapa kali ini risau yang keterlaluan…mungkin kerana sudah begitu lama tak naik public transport di Malaysia…pasti canggung juga pada awalnya…Allahu a’laam…bertawakkal sepenuhnya pada Allah…Dia pasti menjaga ana).

Ana meneruskan pembacaan yang sebentar tadi terganggu. Seketika kemudian, penumpang tadi (ana gelarkan sebagai “N”) memulakan bicara.

N: Masih belajar atau dah kerja di KL?

Y: Baru habis dan dalam proses menunggu panggilan kerja (jika ada).

N: Owh ic. Saya pula dah kerja. Balik Kelantan ni pun kerana akan outstation nanti. Dulu grad dari uni mana?

**** Huhuhu....sepertinya ana tidak begitu berminat untuk teruskan perbualan. Ada baiknya ana sambung bacaan ana dan tunggu sehingga mata betul-betul mengantuk. Tapi kerana keramah-tamahan dia, ana jadi tak keruan. Akhirnya ana berusaha untuk menjawab setiap persoalan yang dia timbulkan.

Dalam banyak-banyak perkara yang kami bincangkan, ada satu isu yang amat terkesan di hati ana. Ana sempat bercerita tentang pengalaman ana di bumi Monash yang baru sahaja ditinggalkan dan juga ujian-ujian yang telah berlaku pada diri ana. Natijah daripada itu, dia berkongsi sesuatu dengan ana. Katanya:-

N: Saya percaya setiap daripada kita inginkan kejayaan dan kebahagiaan dalam hidup...termasuklah juga awak, kan? Tetapi, apakah yang perlu kita buat untuk mencapainya?

Y: Betul, saya sokong. Hm...(jawapan yang begitu bersahaja…sebabnya ana menantikan jawapan dari dia)

N: Peganglah pada dua prinsip ini: Syari’atullah dan Sunnatullah. Pertolongan dan penjagaan Allah hanya akan hadir bila syariat dan sunnah selesai. Dua perkara inilah dinamakan prasyarat kejayaan. Awak tahu kan maksud syari’atullah dan sunnatullah?

Y: Subhanallah, menarik perkongsian awak kali ini. Cukup berguna. InshaAllah, kalau dari segi makna dua terms yang awak sebutkan tadi, saya inshaAllah tahu. Tapi mungkin awak boleh huraikan lagi agar saya tak silap faham nanti. Allahu a’laam.

N: Baiklah…Syari’atullah maknanya syari’at Allah. Apa yang saya maksudkan dengan prasyarat kejayaan tadi adalah… “nak berjaya dan pada masa yang sama kita nak dapat keredhaan Allah...kita kena jaga syari’atullah.”

Y: Owh, begitu. Terima kasih untuk penjelasan. Boleh awak nyatakan contoh-contoh menjaga syari’atullah? (Sekali lagi, ana bertanya dengan nada bersahaja…harapnya dia tidak jenuh melayan persoalan-persoalan ana yang agak bertubi-tubi….huhuhu…memang begini cara ana belajar…belajar dengan cara menyoal).

N: Kalau nak diperincikan lagi tentang statement saya tadi, kiranya kita jaga elok-elok...solat kita..puasa kita....basically amal-amal ibadah kita kena diperelokkan. Soal sunnatullah pula, it's basically ketetapan Allah sejak azali lagi…contohnya, kita makan dan akhirnya kita kenyang. Kalau kita mengantuk, kita akan tidur dan selepasnya kita jadi lebih bertenaga...dan seerti dengannya.

Y: So, in other words....kita kena berusaha untuk mendapatkan kejayaan yang diredhai itu dengan berlandaskan syari’atNYA? Am i right?

N: Yes, sebab sunnatullah-nya...kita dapat something dengan melakukan something…. bukan dengan hanya goyang kaki..dan tunggu rezeki turun dari langit. Sama juga halnya...kalau kita ni seorang yang amat taqarrub (dekat) dengan Allah...tapi usaha kita tak seberapa...atau kita seolah-olah putus asa....itu masih belum cukup untuk melayakkan kita mendapat kejayaan yang diredhai. Allahu a’laam.

Y: MashaAllah, mantap! So, apa kesimpulan yang sesuai kat sini? (based on pendapat awak berserta justification yang awak buat tadi).

N: In a nutshell..perhatikanlah kedua-dua perkara tadi…jangan sampai ada yang diabaikan…inshaAllah...moga-moga Allah akan berikan kita kejayaan dan ianya dlm keadaan Allah redha pada kita...

Y: InshaAllah, mudah-mudahan. Sekali lagi, terima kasih banyak-banyak atas perbincangan yang menarik tadi. May Allah bless you.

*** Sedar tak sedar, perbincangan kami berlanjutan sehingga jam 2 pagi...ini memang satu pengalaman yang baru buat ana....sebab selalunya ana kurang berinteraksi dengan orang lain apabila perjalanan di waktu malam. Allahu a’laam...apa yang pasti, ana bersyukur kerana berkesempatan untuk mengenali si “N” tadi. InshaAllah, moga ada sesuatu yang dapat dikutip buat bekalan daripada hasil perbualan biasa kami....-THE END-

P/s: Rasa-rasanya, siapakah gerangan si “N” tadi? Kalau berdasarkan dari cara dia memberi penjelasan dan penerangan kepada ana, apakah kesimpulan yang dapat dibuat? Does it ring a bell to anyone? If not, no worries...(“,)

Sunday, May 04, 2008

Erti Sebuah Kegagalan...



“Adalah mudah untuk bersenang hati ketika hidup kita mengalir seperti sebuah lagu. Tetapi yang patut dihargai adalah mereka yang mampu tersenyum, walaupun semuanya berjalan salah...kerana ujian hati adalah kesulitan, dan ini selalu datang sepanjang masa kehidupan. Dan senyuman yang patut diberi pujian adalah senyuman yang bersinar melalui mengalirnya air mata…”

Setiap dari kita pastinya sentiasa mengimpikan kejayaan dan kebahagiaan dalam hidup…malah akan berusaha semampu mungkin untuk menghindarkan diri dari sebarang kesusahan atau bencana. Tiada siapa di dunia ini yang dengan sewenang-wenangnya meminta agar diberikan kesedihan atau kegagalan. Jika diberikan pilihan antara bahagia atau sengsara, pastinya bahagia yang menang. Inilah fitrah manusia yang lemah....yang sentiasa dalam keadaan membutuhkan (baca: berkehendakkan) sesuatu...baik sekecil-kecil perkara, mahupun sebesar-besar perkara. Perlu diingat, kesulitan tidak pernah memandang umur. Entah berumur 7, 17, atau 70 tahun, kita tidak dapat memastikan datangnya saat-saat mendung dalam kehidupan kita.

Sejenak terkenang akan kata-kata ustaz kesayangan ana semasa di alam persekolahan menengah dulu. Ustaz Mokhtar, seorang guru Bahasa Arab yang cukup disenangi oleh para pelajar tak pernah lekang daripada menaburkan kata-kata nasihat penuh makna buat kami, termasuklah diri ana. Ustaz pernah kata:

“Enti, nak senang mesti susah dulu...Ustaz dulu pun dah banyak rasa hidup susah…dah banyak makan asam-garam daripada enti…” begitulah kalimah-kalimah yang sudah tidak asing lagi buat ana...dan alhamdulillah, masih menjadi panduan hidup ana sehingga sekarang.

Suatu masa Ustaz pernah berkongsi pengalaman pahit beliau sewaktu menerima berita kematian ayahandanya kerana menderita sakit jantung. Waktu itu, beliau masih lagi belajar di Cairo, dan jauh terpisah daripada keluarga. Ana ingat-ingat lupa adakah Ustaz sempat melihat jenazah ayah sebelum dikebumikan..tapi yang ana ingat...Ustaz pernah berpesan kepada ahli-ahli keluarga beliau supaya tidak menyampaikan apa-apa berita sedih dari Malaysia selagimana beliau masih berada di Cairo...bukan apa, Ustaz tidak mahu semangatnya luntur kerana beliau telah bersusah-payah untuk melayakkan diri berada di sana...Wallahu a’laam...mungkin itu cara Ustaz ana yang ana kira sedikit ‘unik’ namun wajar. Pun begitu, bukan perkara mudah untuk menyembunyikan sebuah kesedihan, apalagi kalau ianya melibatkan mereka yang tersayang...inilah namanya manusiawi.

“Di balik kesulitan pasti ada kemudahan,” demikian firman Allah dalam QS Alam Nasyrah: ayat 6. Tidak ada mendung dan badai yang berkepanjangan, kerana hari cerah pasti datang sesudahnya.

Namun, banyak orang yang tidak bisa melalui hari-hari sulit seperti gagal dalam ujian, perceraian, bankrup dalam perniagaan, hutang keliling-pinggang, terkena penyakit berat dan sebagainya. Ketidakmampuan menghadapi kegagalan boleh membuatkan mereka mudah menyerah, malu, marah atau putus harapan. Maka, boleh jadi seluruh kehidupannya menjadi ‘badai yang tak pernah berlalu.’

Kejayaan selalu dianggap kehormatan, sedangkan kegagalan sering dianggap kehinaan. Namun, sebenarnya tidak ada kejayaan yang diperoleh tanpa melalui proses belajar dari kegagalan masa lalu. Istilah ‘berjaya dalam hanya satu malam’ sebenarnya hampir tidak pernah ada di dunia nyata.

Sejak usia kecil kita perlu diajari bahawa setiap orang pernah mengalami hari-hari susah dan kegagalan, tetapi bukan tanpa tujuan. Kegagalan dan kesulitan bisa membawa mereka ke gerbang kejayaan.






Kegagalan perlu dipandang sebagai batu loncatan, bukan sebagai lampu merah tanda berhenti. Ford, pereka kereta, boleh menjadi begitu berjaya setelah menempuh kegagalan berkali-kali dan sikap pantang menyerah untuk mencuba.

Kita harus melihat kejayaan dan kegagalan dalam perspektif yang ternyata bukan suatu hal yang mudah. Kita perlu memandang kegagalan dengan dua pandangan positif; iaitu:

  1. sebagai kesalahan yang dapat diperbaiki, dan
  2. sebagai kesempatan untuk belajar dari kesalahan dalam melangkah ke depan.

Kita perlu mengetahui bahawa kita adalah “lebih besar dari kegagalannya.”

Semakin kita mampu menerima kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, maka akan semakin tinggi pula motivasinya untuk menerima tentangan baru. Bahkan, kejayaan sekecil apapun akan meningkatkan rasa percaya diri kita untuk menjelajahi cakerawala kehidupan.

Dalam ertikata yang lain, terpulanglah kepada kita sendiri untuk mendefinisikan sesebuah kejayaan atau kegagalan itu. Jika kalian menyifatkan kejayaan itu dengan memiliki sejumlah wang yang banyak, maka kalian layak dikatakan berjaya jika dapat mengumpulkan harta bertimbun, atau sebaliknya. Tapi jika kalian menjadikan keredhaan Allah sebagai kejayaan, maka itulah kejayaan yang hakiki dan paling atas di antara yang teratas. Telah tertulis dalam Kitabullah bahawa redha Allah adalah anugerah yang paling berharga dan harus didambakan oleh setiap insan. Wallahu ta’ala a’laam...Semoga bermanfaat buat yang sudi membaca....Untuk kesekian kalinya, dimaklumkan bahawa ana sekadar memperingatkan dan memuhasabah diri sendiri...tanpa sebarang niat untuk menggurui, inshaAllah...tapi alangkah bersyukurnya ana sekiranya ada insan-insan lain yang dapat mengambil pengiktibaran darinya...walau sedikit cuma...Allahu a'laam...Asifati jiddan ‘ala kulli hal. Semoga Allah sentiasa memelihara kita semua. Amin...


~ Diolah daripada sebuah artikel di Buletin Tarbiah, 2006 ~

Saturday, May 03, 2008

Peristiwa 1 Mei 2008: Pembukaan Klinik Keluarga...

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar...

Pada 1 Mei yang baru sahaja lewat, kami telah dengan rasminya membuka klinik keluarga kami di Kota Bharu...Sekalung ucapan tahniah dan selamat maju jaya ditujukan kepada pasangan suami-isteri yang juga merupakan Pakcik dan Makcik yang amat disayangi...





Tahniah sekali lagi buat Dr. Mohd Kamil Ahmad dan Dr. Nor Azizah Khazizi atas usaha gigih mewujudkan Klinik Wakaf Siku 4 ini...Kami sebagai ahli-ahli keluarga besar senantiasa mendoakan kejayaan kalian...We are all behind you, inshaAllah...semoga ianya mampu meraih redha Allah...Amin.





Wishing you all the best in your life...hopefully, your hard work paid off...inshaAllah...(",)

Friday, April 25, 2008

...:: Setiap Kali ::...




Setiap kali mendapat nikmat



jarang kusedari itu pemberian-Mu



terkadang rasa itu kerana



segala usaha dan penat lelahku sahaja



setiap kali ditimpa musibah



kumengeluh risau bertambah gelisah



hingga terlupa pada-Mu Allah



tempat kembali segala masalah



oh Tuhan Yang Maha Penyayang



leraikanlah aku dari keluh kesah



yang membelenggu jiwa dan fikiran



ditambah dengan hasutan syaitan



kurniakanlah kepadaku ketabahan



singkapkanku hikmah segala ketentuan



Moga sinar-Mu berikanku pedoman



Hanya pada-Mu segala ketetapan



oh Tuhan yang maha penyayang



leraikanlah aku dari keluh kesah



yang membelenggu jiwa dan fikiran



ditambah dengan hasutan syaitan



durjana yang sentiasa mengarahku



kepada kemurkaanMu



kurniakanlah kepadaku ketabahan



tunjukkan ku hikmah segala ketentuan



Moga sinar-Mu berikanku pedoman



Hanya pada-Mu segala ketetapan



Ya Allah kau redhailah diri ini



seandainya diri ini



mampu meraih cinta keredhaan-Mu



seandainya akulah insan yang terpilih



pimpini hidupku







    Munsyid: Devotees

    Album: Mini Motivasi


    Sunday, April 13, 2008

    Tawakkul: The Milk Story


    Gambar hiasan: The Great Ocean Road, Victoria...
    (Mengakrabi Pencipta...Menjana Iman di Jiwa)

    Note: This interesting story is taken from a website of Qisas.com and somebody else has already translated it into Malay Language....feel free to click at this link: Allah Maha Mendengar Bisikan Hati

    *************************************************************

    A young man had been to Wednesday Night Class of Quranic Studies. The teacher had shared about listening to Allah and obeying Allah through intuition.

    The young man couldn’t help but wonder, ‘Does Allah still speak to people through intuition?’ After Lessons, he went out with some friends for coffee and pie and they discussed the message.

    Several different ones talked about how Allah had led them in different ways and that at the end you’ll know it was Allah(SWT) Who has directed you.

    It was about ten o’clock when the young man started driving home. Sitting in his car, he just began to pray, ‘Allah…If you still speak to people, speak to me. I will listen. I will do my best to obey.’

    As he drove down the main street of his town, he had the strangest thought to stop and buy a gallon of milk. He shook his head and said out loud, ‘Allah is that you?’ He didn’t get a reply and started on toward home.

    But again, the thought, buy a gallon of milk came into his head. ‘Okay, Allah, in case that is you, I will buy the milk.’ It didn’t seem like too hard a test of obedience. He could always use the milk. He stopped and purchased the gallon of milk and started off toward home.

    As he passed Seventh Street , he again felt the urge, ‘Turn Down that street.’ This is crazy he thought, and drove on past the intersection. Again, he felt that he should turn down Seventh Street ..

    At the next intersection, he turned back and headed down Seventh. Half jokingly, he said out loud, ‘Okay, Allah, I will.’ He drove several blocks, when suddenly, he felt like he should stop.

    He pulled over to the curb and looked around. He was in a semi-commercial area of town. It wasn’t the best but it wasn’t the worst of neighborhoods either. The businesses were closed and most of the houses looked dark like the people were already in bed.

    Again, he sensed something, ‘Go and give the milk to the people in the house across the street.’ The young man looked at the house. It was dark and it looked like the people were either gone or they were already asleep. He started to open the door and then sat back in the car seat. Allah, this is insane. Those people are asleep and if I wake them up, they are going to be mad and I will look stupid.’

    Again, he felt like he should go and give the milk. Finally, he opened the door, ‘Okay Allah(SWT), if this is you, I will go to the door and I will give them the milk. If you want me to look like a crazy person, okay. I want to be obedient. I guess that will count for something, but if they don’t answer right away, I am out of here.’ He walked across the street and rang the bell. He could hear some noise inside. A man’s voice yelled out, ‘Who is it? What do you want?’ Then the door opened before the young man could get away.

    The man was standing there in his jeans and T-shirt. He looked like he just got out of bed. He had a strange look on his face and he didn’t seem too happy to have some stranger standing on his doorstep. ‘What is it?’ The young man thrust out the gallon of milk, ‘Here, I brought this to you.’

    The man took the milk and rushed down a hallway. Then from down the hall came a woman carrying the milk toward the kitchen. The man was following her holding a baby. The baby was crying. The man had tears streaming down his face. The man began speaking and half crying, ‘We were just praying. We had some big bills this month and we ran out of money. We didn’t have any milk for our baby. I was just praying and asking Allah(SWT) to show me how to get some milk.’

    His wife in the kitchen yelled out, ‘I ask him to send an Angel with some. Are you an Angel?’

    The young man reached into his wallet and pulled out all the money he had on him and put in the man’s hand. He turned and walked back toward his car and the tears were streaming down his face.

    He knew that Allah (SWT) still answers prayers.

    Saturday, April 05, 2008

    Mengapa menulis?

    Salamun'alaikum wbt...

    Sebelum ana meneruskan sedikit coretan kata-kata di ruangan ini...izinkan ana menjawab sapaan serta persoalan dari pengunjung-pengunjung laman ini (i.e. chatterbox) yang sebahagian besarnya adalah kenalan rapat ana....afwan katsiran atas kelewatan....

    Pertamanya, ana dengan penuh rasa rendah diri ingin menyampaikan ucapan sekalung terima kasih buat sahabat-sahabat sekelian kerana keprihatinan yang tidak pernah putus terhadap diri ini....ternyata di suatu sudut, ana adalah seorang yang cukup beruntung kerana diberikan peluang memiliki sahabat-sahabat yang tidak pernah jemu menyokong ana selama ini...Alhamdulillah!...semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan ganjaran yang besar dari sisiNYA...Amin..Jazakumullahu khayran katsiran untuk semuanya!

    To muhajirah & afifahahmad: Salam kerinduan juga dari ana di bumi Malaysia....na'am...alhamdulillah, dengan kudrat dari Allah dan berbekalkan usaha yang sekadarnya, akhirnya ana diizinkan untuk tamat kuliah bagi Ijazah Pertama di bumi Monash, Australia...sekarang ana sudah kembali ke tanahair...di tempat kediaman ana di Kelantan....tentang perancangan ana, subhanallah...sepanjang ana pulang, ternyata banyak hal yang mendatang...seolah-olah ana sedang berlumba-lumba dengan masa....segala rencana yang pernah, sedang atau bakal dilaksanakan sedikit berubah atau 'lari' dari rancangan asal (for some cases, and definitely for some reasons)...Allahu a'laam...inshaAllah, ana terima sedanya kerana ana mesti akur dengan hakikat adanya campur tangan Allah dalam menentukan keberlangsungan hidup ana....dan alhamdulillah, walaupun tak dinafikan ujian dan cabaran datang bertali-arus....setidak-tidaknya diri ini masih mampu tersenyum....pohon kiriman dan titipan doa tulus ikhlas dari kalian....khayr, inshaAllah (",) Semoga dapat meneruskan sisa-sisa perjuangan kalian di mana sahaja berada....Mudah-mudahan.



    To zulyunus & pengunjung: Shukran jazilan untuk nasihat penuh makna....inshaAllah, ana sedang berusaha untuk 'mendewasakan' diri dan 'bersabar'...tapi harus diingat, ianya tak semudah bibir yang mengaturkan kalimah...namun, inshaAllah....dengan bertunjangkan kekuatan mendasar pada Yang Maha Berkuasa....segala-galanya pasti mampu ditangani (dengan izinNYA)...untuk kesekian kalinya, ana memohon titipan doa dari kalian....moga-moga ia sampai ke langit tujuh dan dikabulkanNYA...(",)


    InshaAllah, berbalik kepada topik asal..."Mengapa menulis?"


    Ana terlintas untuk mencoretkannya di sini sewaktu mula membaca novel 'Dalam Mihrab Cinta' karya Kang Abik...sudah menjadi kebiasaan ana membaca dari kulit ke kulit (termasuklah kata penerbit dan sekapur sireh oleh penulis buku)....dan semasa membacakan ulasan dari Kang Abik (atau nama sebenar beliau: Habiburrahman El-Shirazy) untuk novel ini...ana turut merasakan hal yang hampir persis dengan beliau...Wallahu a'laam...

    Berikut adalah sedikit petikan daripada sekapur sireh oleh Pak Habib:

    ...."dengan menulis saya dapat menciptakan perasaan saya sendiri. Saya dapat mengajak jiwa saya bersemangat, bahagia, sedih, haru, bergetar dan sebagainya. Saya dapat mengajak orang lain merasakan apa yang saya rasakan....

    Dengan menulis saya dapat mengajak jiwa saya bersemangat ketika sedang lemah. Saya dapat mengajak jiwa saya optimis memandang terang cahaya ketika sedang berasa sedih dan redup. Dengan menulis saya seolah dapat mengubati diri saya sendiri ketika saya sedang sakit. Dengan menulis juga, saya berasa lebih berdaya. Saya berasa mendapat ruang yang cukup untuk mengajak diri sendiri dan orang lain berusaha menjadi lebih baik dan berdaya.

    Dengan menulis saya dapat merasa betapa Tuhan begitu mencintai saya..."

    [Dalam Mihrab Cinta, 2007]


    Membacakan 'setitis perasaan' beliau sewaktu menulis, ana ikut sama merefleksi diri..it indeed reminds me of the very first time i initiated this blog nearly 3 years ago....Subhanallah...tak pernah terfikir bagaimana ana yang kurang minat menulis akhirnya berubah 360 darjah kepada yang menyukai dunia penulisan....memang kalau dibandingkan ana dengan Pak Habib...kami diibaratkan seperti langit dengan bumi....jauh panggang dari api....ana tidak pernah menghasilkan novel sendiri...bahkan cerpen sendiri pun tidak pernah wujud....namun, ana inshaAllah mempunyai harapan sendiri...iaitu ingin 'menulis kehidupan'....terserah kepada sahabat-sahabat untuk membuat tafsiran tentang impian ana ini....tapi yang pasti, 'menulis kehidupan' itu BUKAN bermakna ana mengambil kuasa penuh untuk menentukan kehidupan ana sendiri mahupun orang lain....Na'uzubillah....Tidak sama sekali! Kerna itu semua kerjaan Tuhan....bukan makhlukNYA....

    Cukup sekadar di sini sahaja....inshaAllah, andai ada kelapangan waktu...ana akan usahakan menulis lagi....sebenarnya terasa kepingin benar berkongsi satu pengalaman penuh makna semasa ana dalam perjalanan pulang ke Kelantan dari Kuala Lumpur dengan bas.....Allahu a'laam....moga masih diberikan kesempatan oleh Allah....Amin...

    Barakallahu fiikum....Wassalam wbt...

    Saturday, March 29, 2008

    Tanpa tajuk...

    Arwah abah pernah berkata, "Sebuah perjalanan takkan lengkap tanpa berbekalkan secubit perjuangan."

    "Tapi perlu ke berjuang? Perlu ke terus berjalan kalau lorong yang bakal kita tempuh tu belum pasti penghujungnya?" kata aku berbaur tanya.

    "Kamu belum lalu...macam mana nak dikatakan belum pasti?" Aku masih menunggu buah jawapan dari arwah abah.

    "Sesuatu yang BAKAL kamu TEMPUH kamu jadikan ia PERJUANGAN....dan sesuatu yang kamu TELAH TEMPUH kamu jadikan ia sebagai PEDOMAN sebuah perjalanan." Mata redup arwah memandang tepat pada muka aku yang terkaku-kelu.

    "Dan di penghujung jalan perjuangan itu nanti...kamu akan sedar bahawa semua benda yang bersifat baru ada awal dan akhirnya. Jadi....kenapa kamu perlu takut untuk berjalan?"



    28 Mac 2008:
    ~Kampung Chicha, Kelantan~

    Notes: Petikan ini diambil dari sebuah majalah kepunyaan sepupu ana yang ana kira amat berguna buat mengubat diri yang sedang dilanda badai ujian kehidupan...pohon dikirimkan sedikit kekuatan dari Yang Maha Hebat dan Agung....Amin (T_T) Wallahu a'laam...

    Tuesday, March 25, 2008

    RASULULLAH S.A.W. : Panutan setiap insan...

    Salamun'alaikum wbt sebagai pemula qalam...inshaAllah, kali ini ana kongsikan satu karya indah dari seseorang yang mempamerkan keelokan budi pekerti Junjungan Mulia, Baginda Rasulullah S.A.W....Subhanallah, untuk entri kali ini....ana harus berikan satu 'credit' kepada Ustazah Nurul Huda (guru di sekolah ana mengajar sementara) kerana beliau telah menyampaikan petikan ini untuk sesi tazkirah pagi di sekolah kami....ternyata tazkirah tersebut berjaya menambat hati ana...natijahnya, Ustazah hadiahkan nota beliau untuk kenang-kenangan ana...inshaAllah, publication di blog ana kali ini telah mendapat keizinan dari beliau....semoga bermanfaat buat sahabat-sahabat sekalian....

    ~Petikan daripada kitab "Risalatul Muhammadiyah" yang dinukilkan oleh Al-Allamah Sayyid Sulaiman Nadwy~

    "Segala aspek yang ada dalam kehidupan Rasulullah S.A.W. merupakan contoh terbaik bagi setiap insan...Sebab kehidupan Baginda S.A.W. menghimpun budi pekerti yang luhur dan adat kebiasaan yang baik berdasarkan kehalusan perasaan yang mulia dan serasi dan dilengkapi dengan sendi-sendi yang agung dan permanent..."

    Bila kamu seorang kaya-raya, maka teladanilah Baginda ketika menjadi saudagar yang berjalan dengan barang dagangannya antara Hijaz dan Syam...apalagi ketika Baginda berhasil menguasai seluruh harta kekayaan wilayah Bahrain...

    Dan jika kamu seorang melarat yang tidak punya apa-apa, maka teladanilah Baginda yang selalu hidup kekurangan makanan di tengah keluarga Abu Thalib dan ketika Baginda berhijrah ke Madinah tanpa bekal apa-apa...

    Dan jika kamu sebagai seorang raja, maka teladanilah jejak Baginda yang Baginda lakukan di saat Baginda telah berhasil menguasai seluruh Jazirah Arab, dan ketika Baginda ditaati oleh seluruh rakyat, termasuk para pembesar dan golongan atas mereka...

    Sekiranya anda sebagai rakyat lemah, maka teladanilah sikap Baginda ketika dikuasai oleh hukum kaum Musyrikin selama tinggal di Mekah.

    Bila kamu sebagai seorang penakluk yang menang dan berkuasa, maka teladanilah perlakuan Baginda terhadap kaum tawanan Perang Badar, Hunain dan di saat direbutnya kota Mekah...

    Dan jika kamu sebagai seorang menderita kekalahan, maka teladanilah sikap Baginda ketika kalah dalam Perang Uhud dan ketika menghadapi teman-teman Baginda yang tewas menjadi syahid, dan yang mendapat luka-luka parah...

    Dan bila kamu sebagai seorang guru, maka tirulah bagaimana cara Baginda mengajar para sahabat di Shuffah (dalam masjid Madinah)...

    Dan bila kamu sebagai seorang murid yang belajar, bayangkanlah bagaimana cara Baginda ketika berada di depan Malaikat Jibril, duduk bersimpuh memperhatikan apa yang diajarkan Jibril...

    Dan jika engkau sebagai seorang juru nasihat dan pemberi penerangan yang baik, maka semaklah bagaimana cara Baginda mengajar manusia di dalam Masjid Nabawi...

    Dan jika kamu sebagai seorang yang ingin menegakkan kebenaran dan menyebarkan kebaikan, tetapi tidak punya pembela dan backing apa-apa, maka teladanilah bagaimana cara Baginda ketika dalam keadaan lemah di Mekah, tanpa seorang penolong pun. Di waktu itu Baginda tetap menyeru kepada kebenaran...

    Dan bila kamu sebagai seorang yang berhasil menaklukkan musuh, sehingga kemenangan, kebenaran dan seluruh kekuasaan telah berada di tanganmu, maka tirulah jejak Nabi S.A.W. ketika Baginda dapat menaklukkan kota Mekah...

    Bila kamu ingin memperbaiki keadaan dan mengejar ketinggalan engkau, maka lihatlah sikap Rasulullah S.A.W. terhadap apa yang Baginda miliki tentang peninggalan Bani Nadhir dan Khaibar; Baginda atur dan perbaiki semua persoalannya, Baginda serahkan mengurusnya kepada yang paling ahli untuk itu...

    Bila kamu sebagai seorang yatim, maka perhatikanlah nasib buah hati Aminah dan suaminya Abdullah, keduanya telah wafat di kala anak masih bayi...

    Dan jika kamu sebagai seorang anak di bawah umur, maka perhatikanlah anak yang agung ketika ia diasuh oleh pengasuhnya yang sangat santun iaitu Halimah As-Sa'diyyah...

    Dan jika kamu sebagai seorang remaja, maka bacalah biografi seorang remaja yang pernah jadi pengembala di kota Mekah...

    Dan bila kamu seorang saudagar yang berpergian membawa barang dagangan, maka ingatlah keadaan pemimpin kafilah perdagangan yang menuju Bushraa...

    Jika kamu seorang qadhi atau hakim, maka ingatlah akan hukum (putusan) seorang yang menuju ke Ka'bah sebelum terbitnya sinar matahari, untuk menempatkan Hajar Aswad di tempatnya yang hampir saja menimbulkan peristiwa berdarah antara pemuka-pemuka Quraisy yang berebut mendapatkan penghormatan untuk meletakkan batu mulia itu atau ingatlah peristiwa lain yang selalu terjadi di halaman masjid Madinah bagaimana ketika Baginda menghukum antara manusia secara adil, di mana tidak diperbedakan antara yang melarat dengan si kaya-raya...

    Jika kamu sebagai seorang suami, maka bacalah sirah yang suci dan kehidupan yang indah dari suami Khadijah dan Aisyah...

    Jika kamu sebagai seorang bapa dari anak-anak, maka pelajarilah keadaan bapa dari Fatimah Az-Zahraa' atau (datuk) Hasan dan Husein...


    Siapa saja kamu, apa juga kedudukanmu, maka di segala waktu, baik di waktu pagi atau petang, dan dalam keadaan yang bagaimana juga siang atau malam dari kehidupan Muhammad Rasulullah S.A.W., dapat kamu jadikan sebagai petunjuk yang baik yang dapat menyinari kegelapan hidup dengan sinarnya, sehingga akan selesailah dengannya segala yang kusut. Dengan petunjuknya segala beban akan menjadi ringan, dengan sunnahnya segala yang bengkok akan menjadi lurus.

    Sungguh As-Sirah An-Nabawiyyah satu biografi yang amat indah yang mencakup segala aspek budi pekerti baik dalam kehidupan umat manusia di segala masa dan tempat.

    Hanya dengan berpedoman pada Sirah Nabawiyyah saja seorang dapat mendapatkan cahaya terang, jalan petunjuk dan petuah yang amat berguna....

    Jazakumullahu khayran katsiran....wallahu a'laam








    Thursday, March 20, 2008

    Rindu pada Satu Nama...

    Salamun'alaikum wbt....semoga entry yang ringkas ini menemui antum dalam keadaan yang baik atau masih baik....imannya...kesihatannya...dan semuanya...inshaAllah...mudah-mudahan.

    Subhanallah, sedar tak sedar...kita sudah tiba ke tanggal 12 Rabi'ul Awwal atau lebih sinonim lagi dengan nama bulan Maulid di kalangan masyarakat setempat. Rasanya baru sahaja kita melepasi Awal Muharam, 1429H kelmarin....mungkin kerana kesibukan dengan tugas, pelajaran, amanah atau seumpamanya menyebabkan kita 'lengah' daripada hal ini...pun begitu, ana doakan semoga kesibukan meneruskan kehidupan dan urusan masing-masing ini tidak akan membuatkan kita terlepas pandang pada tarikh azimat ini....(inshaAllah, ana yakin..ianya bukan satu gejala yang menimpa semua daripada kita...tapi cuma sebahagian, mungkin....Wallahu ta'ala a'laam)...

    Sebenarnya ana secara peribadi ternanti-nantikan kedatangan 12 Rabi'ul Awwal...(for unknown reasons...huhuh)...tapi bila ana fikirkan kembali...ana sebetulnya terasa 'dekat' dengan bulan ini...barangkali sebab utamanya adalah kerana hari kelahiran ana jatuh pada 1 Rabi'ul Awwal (berdasarkan kalendar Hijri untuk tahun ana lahir)...mashaAllah, rasa bersyukur dan bertuah kerana bulan Islam ana sama dengan bulan kelahiran Baginda Rasulullah SAW...cuma yang berbeza adalah harinya dan juga tahunnya (of course)....meskipun begitu, ia bukanlah satu sebab yang sengaja ana cari supaya ana sentiasa ingat akan tarikh ini....tapi, ana berharap kesannya akan lebih mendalam...inshaAllah...

    Sempena hari mulia ini, ana ingin menyeru diri ana dan sahabat-sehabat sekelian supaya menjadikan Rasulullah SAW sebagai satu 'figur' untuk kita teladani bersama...tiada ruginya andai kita mengambil Baginda sebagai role model dalam semua aspek kehidupan...bukanlah kita dikatakan 'kolot' sekiranya kita gemar menghidupkan sunnah-sunnah Baginda yang semakin dilupakan....inshaAllah, yang diutuskan Allah buat seluruh manusia adalah satu sosok yang elok...yang mulia lagi disanjung tinggi....inshaAllah, pasti akan ada kebaikannya jika kita termasuk dalam barisan orang-orang yang mengikut jejak langkah Baginda SAW...Izinkan kami, Ya Allah...meski mungkin takkan pernah sempurna...Amin.

    Afwan katsiran...ana tidak berniat untuk menulis panjang (infact, it's getting a bit lengthy...huhuhuh)...ana titipkan satu video buat tatapan semua...semoga bisa mengambil istifadah daripadanya....khayr, inshaAllah....barakallahu fiikum....

    ~SALAM MAULIDUR RASUL~